Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabarkan Ditangkap Polda Metro Jaya, Tim Advokasi Tuding Ada Intervensi Politik

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabarkan Ditangkap Polda Metro Jaya. Foto: Ist.

Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabarkan Ditangkap Polda Metro Jaya. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis (TA-AKAA) yang dipimpin Petrus Selestinus mengonfirmasi kabar bahwa Roy Suryo Notodiprojo dan Tifauzia Tyassuma yang akrab disapa Dokter Tifa telah diamankan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Penangkapan tersebut diduga terjadi pada pagi hari Jumat, 19 Juni 2026, dan langsung memicu reaksi dari pihak hukum yang mewakili kedua figur tersebut.

Menurut keterangan Petrus Selestinus, informasi mengenai penangkapan Roy Suryo pertama kali diterima dari istri kliennya. Penyidik tiba di kediaman Roy Suryo sekitar pukul 07.00 WIB pagi itu dan langsung membawa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut ke kantor kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

“Hari ini, Jumat 19 Juni 2026, pada sekira pukul 07.00, klien kami Roy Suryo Notodiprojo dikabarkan oleh istrinya telah ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya. Pada saat yang bersamaan, kami juga mendapat informasi bahwa Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa turut ditangkap di lokasi terpisah,” ungkap Petrus.

Sementara itu, kabar mengenai penangkapan Dokter Tifa juga dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya, Ramdansyah. Ia menyebutkan bahwa pengamat dan pegiat media sosial itu diamankan di tempat tinggalnya yang berada di kawasan apartemen sekitar pukul 06.47 WIB, hanya selisih waktu singkat dengan kejadian yang menimpa Roy Suryo.

BACA JUGA:  Undangan Prabowo ke Istana Megawati Absen

“Saya dapat kabar yang dibagikan di grup komunikasi kami, bahwa Dokter Tifa diamankan di apartemennya oleh tim penyidik Polda Metro Jaya sekitar pukul 06.47 WIB pagi ini,” jelas Ramdansyah saat dihubungi wartawan.

Setelah menerima informasi tersebut, Ramdansyah segera melakukan konfirmasi langsung ke pihak penyidik. Ia menyebutkan bahwa dari jawaban yang diterima, status kliennya saat ini disebut dalam istilah “diamankan” untuk keperluan pemeriksaan, meskipun belum ada penjelasan resmi secara rinci mengenai dasar hukum dan pasal yang disangkakan.

“Setelah saya konfirmasi ke penyidik, karena saya salah satu Penasihat Hukum klien, istilah yang digunakan adalah sedang diamankan. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan lebih mendalam mengenai alasan dan dakwaan yang dikenakan,” tambahnya.

Petrus Selestinus selaku koordinator tim advokasi menyatakan sikapnya yang tegas terkait peristiwa ini. Ia menilai penangkapan yang dilakukan secara bersamaan terhadap kedua pihak tersebut mengandung indikasi adanya intervensi politik yang mengganggu jalannya penegakan hukum secara objektif.

“Kami menilai langkah ini bukan semata-mata proses hukum biasa. Ada nuansa yang menunjukkan adanya tekanan politik yang berusaha membungkam kebebasan berpendapat dan penelitian yang selama ini dilakukan oleh kedua klien kami,” tegasnya.

Roy Suryo dan Dokter Tifa sebelumnya telah beberapa kali diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait kajian dan pernyataan yang mereka sampaikan soal dokumen pendidikan mantan Presiden Joko Widodo. Pada pemeriksaan sebelumnya, keduanya diperbolehkan pulang dan tidak langsung ditahan.

BACA JUGA:  Basarnas Bagi Dua Sektor Cari Korban Longsor Cisarua

Kini, setelah berjalan hampir setahun sejak kasus tersebut dilimpahkan ke kejaksaan, tindakan pengamanan ulang ini dinilai oleh tim hukum sebagai langkah yang tidak konsisten dan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan publik.

Ramdansyah menyampaikan bahwa dirinya bersama rekan-rekan kuasa hukum lainnya saat ini sedang bersiap untuk segera mendatangi Polda Metro Jaya. Tujuannya adalah memastikan hak-hak hukum kedua klien terpenuhi, mendapatkan kejelasan resmi, serta mendampingi proses pemeriksaan yang sedang berlangsung.

“Kami berencana merapat ke Polda Metro Jaya bersama tim hukum lainnya. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan perlakuan yang adil, sesuai prosedur hukum yang berlaku, dan tidak ada tekanan apa pun selama menjalani proses ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Metro Jaya belum mengeluarkan keterangan pers resmi terkait alasan dan dasar hukum pengamanan Roy Suryo serta Dokter Tifa. Publik pun menunggu klarifikasi resmi dari kepolisian untuk mengetahui perkembangan terbaru dari kasus yang telah berlangsung cukup lama ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temuan 996 Pucuk Senjata di Yayasan Jaksel, Polisi Panggil Mantan Ketua IWD
PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun
Polda Jabar Tangkap Dua Tersangka Penyebar Konten Hasutan Terkait Pernyataan Presiden Prabowo
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Pakai Rompi Tahanan, Diperiksa Terkait Emas 74 Kg & Rp543 Miliar
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijemput dari Rutan KPK, Diperiksa Tim 9 Kejagung Sebagai Tersangka TPPU
Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall
Rp20.5 Triliun Bantuan ke 490 Pemda: Solusi Kilat atau Obat Penunda Penyakit Fiskal Daerah?
PN Jakarta Selatan Tolak Praperadilan Jilid III Roy Suryo, Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Ditolak
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Temuan 996 Pucuk Senjata di Yayasan Jaksel, Polisi Panggil Mantan Ketua IWD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:49 WIB

PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Pakai Rompi Tahanan, Diperiksa Terkait Emas 74 Kg & Rp543 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijemput dari Rutan KPK, Diperiksa Tim 9 Kejagung Sebagai Tersangka TPPU

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB