Oleh: Gabriella Puspita Erianis Gaho
Medan-Mediadelegasi: Penggunaan handphone yang berlebihan di kalangan anak-anak dan remaja kini menjadi perhatian banyak pihak. Tidak sedikit anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain game dan media sosial dibandingkan belajar ataupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Melihat kondisi tersebut, Gerakan Sumut Mengajar (GSM) hadir sebagai kegiatan sosial pendidikan yang membawa dampak positif dalam mengurangi ketergantungan terhadap handphone.
Gerakan Sumut Mengajar merupakan komunitas pendidikan yang dibentuk oleh mahasiswa dan anak muda di Sumatera Utara. Komunitas ini hadir dengan tujuan membantu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi anak-anak dan remaja.
Sejak awal berdiri, GSM memiliki visi untuk menciptakan generasi muda yang aktif, cerdas, peduli sosial, dan mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak. Melalui berbagai kegiatan edukatif, para relawan berusaha mengajak anak-anak agar lebih fokus pada kegiatan belajar dan interaksi sosial dibandingkan terlalu sering bermain handphone.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Sumut Mengajar mengadakan berbagai aktivitas, seperti belajar bersama, permainan edukatif, membaca buku, diskusi kelompok, hingga kegiatan kreativitas. Metode belajar yang santai dan menyenangkan membuat anak-anak lebih tertarik mengikuti kegiatan secara langsung daripada menghabiskan waktu di depan layar handphone.
Salah satu mantan relawan GSM, Abdullah Paqih Batubara, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan perubahan yang cukup terlihat pada anak-anak. Menurutnya, anak-anak menjadi lebih aktif berkomunikasi dan mulai mengurangi kebiasaan bermain handphone terlalu lama.
“Biasanya mereka lebih fokus bermain game atau media sosial. Setelah mengikuti kegiatan ini, mereka jadi lebih sering belajar, bermain bersama teman, dan lebih aktif saat berdiskusi,” ujar Abdullah Paqih Batubara.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan para relawan tidak pernah memaksa anak-anak untuk menjauhi handphone sepenuhnya. Namun, GSM berusaha mengajak mereka memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.
“Anak-anak sebenarnya hanya membutuhkan lingkungan yang menyenangkan untuk belajar. Ketika mereka merasa nyaman, mereka bisa melupakan handphone untuk sementara waktu dan lebih menikmati interaksi secara langsung,” tambahnya.
Tidak hanya berdampak bagi anak-anak, kegiatan ini juga membantu para relawan lebih terkontrol dalam penggunaan handphone. Kesibukan mengajar dan berinteraksi langsung dengan peserta membuat para relawan menjadi lebih produktif dan tidak terlalu sering menggunakan media sosial.
Selain kegiatan belajar, GSM juga sering mengadakan sesi motivasi dan permainan kelompok yang bertujuan melatih kerja sama serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak. Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan membuat peserta merasa lebih dekat dengan teman-teman maupun relawan pengajar.
Menurut Abdullah Paqih Batubara, keberadaan komunitas seperti GSM sangat penting di tengah perkembangan teknologi saat ini. Ia berharap semakin banyak anak muda yang ikut terlibat dalam kegiatan sosial pendidikan agar dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Teknologi itu penting, tetapi harus digunakan dengan bijak. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak bisa belajar bahwa masih banyak aktivitas lain yang lebih bermanfaat daripada terus bermain handphone,” katanya.
Gerakan Sumut Mengajar juga memiliki tujuan untuk membangun karakter anak-anak agar lebih percaya diri, disiplin, dan memiliki rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Para relawan berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bahwa penggunaan teknologi harus diseimbangkan dengan aktivitas sosial dan pendidikan.
Kegiatan Gerakan Sumut Mengajar hingga kini terus mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Banyak orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka memiliki aktivitas yang lebih bermanfaat setelah pulang sekolah. Dengan adanya pendampingan belajar dan kegiatan sosial yang menarik, GSM diharapkan dapat terus menjadi wadah positif bagi anak-anak dan remaja untuk berkembang, berprestasi, serta lebih bijak dalam menggunakan handphone di kehidupan sehari-hari.
Keberadaan GSM menjadi bukti bahwa kegiatan positif dapat menjadi solusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap handphone. Dengan memanfaatkan waktu untuk belajar, bermain edukatif, dan bersosialisasi secara langsung, anak-anak maupun remaja dapat memiliki kebiasaan yang lebih baik serta lebih bermanfaat untuk masa depan mereka. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS







