Gerakan Sumut Mengajar Mengubah Masa Depan Anak-Anak dan Remaja

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Manfaat Kegiatan Positif Dibanding Bermain HP. Foto: AI

Ilustrasi Manfaat Kegiatan Positif Dibanding Bermain HP. Foto: AI

Oleh: Gabriella Puspita Erianis Gaho

Medan-Mediadelegasi: Penggunaan handphone yang berlebihan di kalangan anak-anak dan remaja kini menjadi perhatian banyak pihak. Tidak sedikit anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain game dan media sosial dibandingkan belajar ataupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Melihat kondisi tersebut, Gerakan Sumut Mengajar (GSM) hadir sebagai kegiatan sosial pendidikan yang membawa dampak positif dalam mengurangi ketergantungan terhadap handphone.

Gerakan Sumut Mengajar merupakan komunitas pendidikan yang dibentuk oleh mahasiswa dan anak muda di Sumatera Utara. Komunitas ini hadir dengan tujuan membantu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi anak-anak dan remaja.

Sejak awal berdiri, GSM memiliki visi untuk menciptakan generasi muda yang aktif, cerdas, peduli sosial, dan mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak. Melalui berbagai kegiatan edukatif, para relawan berusaha mengajak anak-anak agar lebih fokus pada kegiatan belajar dan interaksi sosial dibandingkan terlalu sering bermain handphone.

Dalam pelaksanaannya, Gerakan Sumut Mengajar mengadakan berbagai aktivitas, seperti belajar bersama, permainan edukatif, membaca buku, diskusi kelompok, hingga kegiatan kreativitas. Metode belajar yang santai dan menyenangkan membuat anak-anak lebih tertarik mengikuti kegiatan secara langsung daripada menghabiskan waktu di depan layar handphone.

Salah satu mantan relawan GSM, Abdullah Paqih Batubara, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan perubahan yang cukup terlihat pada anak-anak. Menurutnya, anak-anak menjadi lebih aktif berkomunikasi dan mulai mengurangi kebiasaan bermain handphone terlalu lama.

BACA JUGA:  Pelayanan Publik Sumut Terbaik, Raih Opini Ombudsman

“Biasanya mereka lebih fokus bermain game atau media sosial. Setelah mengikuti kegiatan ini, mereka jadi lebih sering belajar, bermain bersama teman, dan lebih aktif saat berdiskusi,” ujar Abdullah Paqih Batubara.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan para relawan tidak pernah memaksa anak-anak untuk menjauhi handphone sepenuhnya. Namun, GSM berusaha mengajak mereka memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.

“Anak-anak sebenarnya hanya membutuhkan lingkungan yang menyenangkan untuk belajar. Ketika mereka merasa nyaman, mereka bisa melupakan handphone untuk sementara waktu dan lebih menikmati interaksi secara langsung,” tambahnya.

Tidak hanya berdampak bagi anak-anak, kegiatan ini juga membantu para relawan lebih terkontrol dalam penggunaan handphone. Kesibukan mengajar dan berinteraksi langsung dengan peserta membuat para relawan menjadi lebih produktif dan tidak terlalu sering menggunakan media sosial.

Selain kegiatan belajar, GSM juga sering mengadakan sesi motivasi dan permainan kelompok yang bertujuan melatih kerja sama serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak. Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan membuat peserta merasa lebih dekat dengan teman-teman maupun relawan pengajar.

Menurut Abdullah Paqih Batubara, keberadaan komunitas seperti GSM sangat penting di tengah perkembangan teknologi saat ini. Ia berharap semakin banyak anak muda yang ikut terlibat dalam kegiatan sosial pendidikan agar dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

BACA JUGA:  BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sumatera Utara

“Teknologi itu penting, tetapi harus digunakan dengan bijak. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak bisa belajar bahwa masih banyak aktivitas lain yang lebih bermanfaat daripada terus bermain handphone,” katanya.

Gerakan Sumut Mengajar juga memiliki tujuan untuk membangun karakter anak-anak agar lebih percaya diri, disiplin, dan memiliki rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Para relawan berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bahwa penggunaan teknologi harus diseimbangkan dengan aktivitas sosial dan pendidikan.

Kegiatan Gerakan Sumut Mengajar hingga kini terus mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Banyak orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka memiliki aktivitas yang lebih bermanfaat setelah pulang sekolah. Dengan adanya pendampingan belajar dan kegiatan sosial yang menarik, GSM diharapkan dapat terus menjadi wadah positif bagi anak-anak dan remaja untuk berkembang, berprestasi, serta lebih bijak dalam menggunakan handphone di kehidupan sehari-hari.

Keberadaan GSM menjadi bukti bahwa kegiatan positif dapat menjadi solusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap handphone. Dengan memanfaatkan waktu untuk belajar, bermain edukatif, dan bersosialisasi secara langsung, anak-anak maupun remaja dapat memiliki kebiasaan yang lebih baik serta lebih bermanfaat untuk masa depan mereka. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan di Siantar, BEM FH Se-Sumatera Apresiasi Kapolres Siantar, Minta Komisi III dan Komisi XIII DPR RI Turut Mengawal
Imigrasi Sumut Kecolongan, WNA Singapura Disebut Lalu Lalang hingga Operasikan Home Industry Vape Narkoba di Medan
Gebyar Pajak Sumut Triwulan I 2026, 936 Hadiah Disorot Netizen: Dinilai Sudah Diatur
Pabrik Vape Narkotika WNA Singapura di Medan Terbongkar, Aktivis Desak Kanwil Imigrasi Sumut dan Jajaran Mundur
Korban Tewas Dikeroyok Dekat Mapolres, BEM FH se-Sumatera Desak Kapolres Siantar Dicopot
Gubernur Bobby Ajak Organisasi Kepemudaan Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Sumut
Gubernur Bobby Nasution Dorong Pembangunan Lebih Banyak Skatepark dan Event di Sumut
Pabrik Vape Narkotika Dikendalikan WNA Singapura di Medan, Aktivis Desak Kakanwil dan Kepala Imigrasi Medan seluruhnya Mundur
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

Gerakan Sumut Mengajar Mengubah Masa Depan Anak-Anak dan Remaja

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kasus Penganiayaan di Siantar, BEM FH Se-Sumatera Apresiasi Kapolres Siantar, Minta Komisi III dan Komisi XIII DPR RI Turut Mengawal

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:08 WIB

Imigrasi Sumut Kecolongan, WNA Singapura Disebut Lalu Lalang hingga Operasikan Home Industry Vape Narkoba di Medan

Senin, 22 Juni 2026 - 18:11 WIB

Gebyar Pajak Sumut Triwulan I 2026, 936 Hadiah Disorot Netizen: Dinilai Sudah Diatur

Senin, 22 Juni 2026 - 17:59 WIB

Pabrik Vape Narkotika WNA Singapura di Medan Terbongkar, Aktivis Desak Kanwil Imigrasi Sumut dan Jajaran Mundur

Berita Terbaru