Pabrik Vape Narkotika Dikendalikan WNA Singapura di Medan, Aktivis Desak Kakanwil dan Kepala Imigrasi Medan seluruhnya Mundur

Senin, 22 Juni 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Terbongkarnya pabrik narkotika jenis vape yang dikendalikan warga negara asing (WNA) asal Singapura di Kota Medan memicu kritik keras terhadap kinerja jajaran keimigrasian di Sumatera Utara. Jumat 19/06/2026.

Satresnarkoba Polrestabes Medan mengungkap industri rumahan vape narkotika yang beroperasi di sebuah kos mewah di Kota Medan. Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan WNA Singapura berinisial TM sebagai pengendali utama yang menjalankan aktivitas ilegal bersama mantan kekasihnya, MWQ.

Pengungkapan kasus ini kemudian menimbulkan pertanyaan besar terkait fungsi pengawasan terhadap orang asing yang dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Medan. Pasalnya, seorang WNA diduga dapat menjalankan aktivitas produksi narkotika di Kota Medan tanpa terdeteksi lebih awal.

Koordinator Ruang Intelektual Aktivis dan Kebijakan Sumatera Utara, Ikbar Anshary Sinaga, menilai kasus tersebut merupakan bukti lemahnya pengawasan keimigrasian terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Sumatera Utara.

“Terungkapnya pabrik vape narkotika yang dikendalikan WNA di Kota Medan tidak boleh dianggap sebagai kasus kriminal biasa. Ini menunjukkan adanya kegagalan dalam sistem pengawasan orang asing yang menjadi tugas dan tanggung jawab institusi keimigrasian,” tegas Ikbar.

BACA JUGA:  Lepas Kontingen MTQ Nasional 2026, Gubernur Bobby Nasution Targetkan Sumut Tembus 4 Besar

Menurut Ikbar, pimpinan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara yakni Dr. Parlindungan, S.H., M.H., serta Kepala Kantor Kantor Imigrasi Medan, harus dimintai pertanggungjawaban atas lolosnya aktivitas ilegal yang melibatkan WNA tersebut. Sebab TM dalam siaran Pers Polrestabes Medan sejak 2025 keluar masuk Indonesia.

“Jika WNA bisa leluasa keluar masuk Indonesia sejak 2025, maka pengawasan dan izin keimigrasian patut dipertanyakan. Ini bisa mengindikasikan adanya kelalaian atau pembiaran yang harus segera diusut. Apalagi sampai mampu menjalankan produksi narkotika, maka kinerja Imigrasi dalam pengawasan orang asing perlu dievaluasi secara serius. Terkhususnya Sumatera Utara juga dikenal sebagai salah satu jalur narkotika lintas negara,” ujarnya.

Ia menegaskan kondisi ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan indikasi lemahnya sistem pengawasan yang perlu segera dibenahi secara menyeluruh, bahkan meminta Kepala Kanwil dan Kepala Imigrasi Medan Seluruhnya untuk mengundurkan diri sebagai Bentuk tanggung Jawab Moral.

BACA JUGA:  Pelantikan Pejabat Eselon II Medan Percepat Penataan Birokrasi

Ia menekankan pentingnya pengawasan yang ketat, transparan, dan akuntabel di tengah sorotan publik, seperti yang turut menyeret nama pejabat Kementrian Imipas seperti Silmy Karim.

Ia menilai, sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan, perlu evaluasi tegas terhadap jajaran terkait di daerah dari Menteri Imipas untuk Pejabat Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara dan Kantor Kepada Kepala Kantor Imigrasi Medan seluruhnya.

Menurutnya, kasus peredaran narkotika lintas negara di Sumatera Utara tidak lagi bisa dianggap kelalaian biasa, melainkan indikasi lemahnya pengawasan yang harus segera dibenahi.

“Ini bukan sekadar kelalaian. Jika terjadi pembiaran terus menerus maka harus ada evaluasi dan pencopotan” tegas Ikbar.

Hingga berita ini diturunkan, klarifikasi resmi dari Kanwil Imigrasi Sumatera Utara maupun Kantor Imigrasi Medan belum diperoleh. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Penulis : GS

Editor : Alan

Sumber Berita: Biro Labuhan Batu Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Sumut Genjot Registrasi Perlinsos Digital Pasang Target Tepat Sasaran 2027
Kejati Sumut Usut Kebocoran Anggaran Rp7 Miliar di PDAM Tirta Lihou Simalungun
Pemprov Sumut Gandeng USU Rumuskan Solusi Pembangunan di Tengah Penurunan Anggaran 2027
Mantan Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22 Miliar
Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026
Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank
Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan
Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Digelar Nopember 2026, Bebas Denda dan Pajak Progresif
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:56 WIB

Pemprov Sumut Genjot Registrasi Perlinsos Digital Pasang Target Tepat Sasaran 2027

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Kejati Sumut Usut Kebocoran Anggaran Rp7 Miliar di PDAM Tirta Lihou Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 16:15 WIB

Pemprov Sumut Gandeng USU Rumuskan Solusi Pembangunan di Tengah Penurunan Anggaran 2027

Rabu, 4 November 2026 - 11:25 WIB

Mantan Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 13:57 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026

Berita Terbaru