Penggeledahan Rumah Mewah Sentul: Brankas Tersembunyi Berisi Emas dan Uang Tunai Rp476 Miliar Terkuak Polisi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi sedang menghitung jumlah emas batangan dan uang tunai dari dalam kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Foto: Ist.

Polisi sedang menghitung jumlah emas batangan dan uang tunai dari dalam kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Foto: Ist.

Bogor-Mediadelegasi: Sebuah operasi penggeledahan besar-besaran yang digelar kepolisian di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mengungkapkan temuan yang mengejutkan publik. Di balik dinding salah satu kamar di lantai dua rumah mewah tersebut, tersembunyi sebuah brankas raksasa yang menyimpan harta kekayaan bernilai ratusan miliar rupiah, diduga berkaitan dengan kasus korupsi batu bara yang sedang diselidiki.

Proses pembongkaran brankas tersebut terekam jelas dalam rekaman video yang diterima media. Karena tidak dapat dibuka dengan kunci biasa, penyidik meminta bantuan tenaga ahli kunci untuk membukanya menggunakan alat gerinda. Seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan diawasi ketat oleh sejumlah petugas agar tidak ada celah yang dapat menimbulkan pertanyaan di kemudian hari.

Setelah pintu brankas akhirnya berhasil dibuka, terlihat beberapa koper besar tersusun rapi di dalam ruang penyimpanan yang tersembunyi itu. Penyidik segera membuka satu per satu koper tersebut, dan di dalamnya ditemukan tumpukan emas batangan dengan jumlah yang cukup banyak dan terlihat berkualitas tinggi.

Selain emas batangan, brankas itu juga menyimpan tumpukan uang tunai dalam berbagai mata uang asing. Petugas kemudian menggunakan mesin penghitung uang khusus untuk memastikan jumlahnya secara akurat, sehingga data yang tercatat nanti dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kepala Koordinasi dan Pengawasan Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, menyampaikan rincian temuan tersebut secara resmi di lokasi. Ia menyebutkan bahwa jumlah emas batangan yang ditemukan mencapai 74 kilogram, yang jika dihitung memiliki nilai yang sangat fantastis.

BACA JUGA:  Menteri Hukum Tegaskan ASN Dilarang Main-main dalam Layanan Publik, Menyusul Marak Kasus Korupsi

Selain emas, tercatat ditemukan juga uang tunai sebesar 4.767.300 Dolar Amerika Serikat, 14.083.800 Dolar Singapura, serta uang tunai dalam mata uang Rupiah senilai Rp100 juta. Keseluruhan jumlah ini dikumpulkan dan dicatat satu per satu sebagai barang temuan.

“Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah saat ini, estimasi total nilai emas dan uang tunai yang ditemukan mencapai sekitar Rp476 miliar,” ungkap Irjen Totok saat memberikan keterangan pers pada Kamis pagi, 9 Juli 2026.

Penggeledahan itu sendiri berlangsung cukup lama, dimulai sejak Rabu malam, 8 Juli 2026 sekitar pukul 21.00 WIB dan baru selesai tepat pada pukul 05.00 WIB keesokan harinya. Waktu yang dibutuhkan hampir delapan jam itu diperlukan untuk memeriksa setiap ruangan secara teliti.

Setelah seluruh barang ditemukan dan didokumentasikan dengan lengkap, kepolisian segera mengangkutnya menggunakan kendaraan taktis milik Korps Brimob. Pengangkutan dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjaga keamanan barang bukti selama dalam perjalanan menuju tempat penyimpanan resmi.

Bukan hanya emas dan uang tunai, polisi juga menyita sejumlah dokumen penting, telepon seluler, serta beberapa bingkai foto keluarga. Barang-barang ini diduga memiliki keterkaitan dengan identitas pemilik rumah maupun asal-usul kekayaan yang tersimpan di brankas tersebut.

“Seluruh barang yang ditemukan akan segera kami proses secara hukum untuk dilakukan penyitaan resmi. Hal ini penting agar barang bukti tetap aman dan sah digunakan untuk mendukung jalannya penyidikan perkara ini,” tegas Irjen Totok.

BACA JUGA:  BPHTB Tinggi: Jakarta Buktikan Diri Kota Properti

Hingga saat ini, kepolisian belum bersedia mengungkapkan secara terbuka siapa pemilik sebenarnya dari rumah mewah di Sentul itu. Penyidik menyatakan bahwa proses pendalaman data dan penelusuran keterkaitan masih terus dilakukan secara hati-hati dan cermat.

“Kami masih dalam tahap pengumpulan bukti dan penggeledahan, sehingga belum dapat menyampaikan identitas pihak yang bersangkutan. Semua akan kami sampaikan secara rinci setelah proses penyidikan dianggap cukup matang,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun pihak yang ditangkap atau diamankan dalam kaitannya dengan kasus ini. Penyidik masih mengumpulkan fakta dan data untuk memastikan keterkaitan setiap elemen sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

Penggeledahan di Sentul ini bukan satu-satunya lokasi yang diperiksa dalam rangkaian kasus besar ini. Penyidik juga melakukan tindakan serupa di kawasan De’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan, yang terkait dengan dugaan korupsi batu bara di lingkungan PLN, kasus ASABRI, hingga Krakatau Steel.

Dari lokasi di Jakarta Selatan itu sendiri, polisi juga menemukan uang tunai dalam bentuk Rupiah dan Dolar dengan nilai total sekitar Rp60 miliar. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa kasus ini memiliki skala yang luas dan sedang ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Ivan

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis
Pengelolaan Whoosh Beralih ke Kemenkeu Mulai September 2026, Dikelola Lewat SMV Agar Tak Bebani APBN
Warga Pati Minta DPR Tindak Kelompok Pengatasnama Rakyat yang Sebar Kerusuhan dan Hoaks
Kabut Asap Karhutla Melanda Pekanbaru, Siswa PAUD–SMP Belajar Daring Senin
Kemhan Tegaskan Unhan Tidak Larang Hijab, Akan Sempurnakan Aturan Seragam Kadet Perempuan
Pemblokiran Rekening Supriyono: PPATK Bantah Terlibat, Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Langkah Tersebut
Prabowo Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kalbar, Tinjau Pemadaman dan Pastikan Penanganan Optimal
Gunung Anak Krakatau Meletus Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 400 Meter, Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Pengelolaan Whoosh Beralih ke Kemenkeu Mulai September 2026, Dikelola Lewat SMV Agar Tak Bebani APBN

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Melanda Pekanbaru, Siswa PAUD–SMP Belajar Daring Senin

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Kemhan Tegaskan Unhan Tidak Larang Hijab, Akan Sempurnakan Aturan Seragam Kadet Perempuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Pemblokiran Rekening Supriyono: PPATK Bantah Terlibat, Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Langkah Tersebut

Berita Terbaru

Foto: Tampak jelas ulat hidup yang ditemukan di dalam sajian telur puyuh bumbu yang disajikan melalui Program Makan Bergizi Gratis di Belongkut, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Temuan ini terekam dalam video yang viral pada Jumat (21/8/2026) dan memicu kemarahan publik serta tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan mutu makanan MBG.

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Ulat dalam Ompreng MBG Labura, BGN Didesak Tak Berhenti pada Permintaan Maaf

Senin, 24 Agu 2026 - 18:17 WIB