Jalur Alternatif Pancur Batu-Sibolangit Dikeluhkan, Jalan Belum Diaspal & Rambu Masih Minim

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi jalur alternatif Medan-Berastagi yang dilakukan Dinas Perhubungan Deli Serdang. Foto: Ist.

Sosialisasi jalur alternatif Medan-Berastagi yang dilakukan Dinas Perhubungan Deli Serdang. Foto: Ist.

Deliserdang-Mediadelegasi: Dinas Perhubungan Deli Serdang bersama Satlantas Polrestabes Medan dan Pemerintah Kecamatan Pancur Batu telah melaksanakan sosialisasi sekaligus uji coba rekayasa lalu lintas di jalur Medan–Berastagi sejak Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah tersebut diambil untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan Pasar Rakyat Pancur Batu, ruas Jalan Medan–Berastagi.

Rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus kendaraan ke jalur alternatif ini diprioritaskan berlangsung pada hari Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional, dan berlaku khusus untuk kendaraan roda empat. Tujuannya agar kemacetan yang biasanya memanjang di jalur utama saat akhir pekan dapat terurai secara bertahap.

Berdasarkan skema yang diberlakukan, arus lalu lintas dari arah Medan menuju Berastagi dialihkan masuk melalui Simpang Kongsi atau samping Aeroz, kemudian berlanjut hingga keluar di Gapura Desa Pertampilen. Sementara itu, kendaraan yang bergerak dari arah Berastagi menuju Medan diarahkan masuk melalui Jalan Srikandi dan keluar di Simpang Namorih.

Namun, keberadaan jalur alternatif yang baru saja diuji coba tersebut justru menuai keluhan dari sejumlah pengendara mobil yang melintas. Keluhan yang paling banyak disampaikan menyasar kondisi permukaan jalan yang belum sepenuhnya diaspal serta masih minimnya rambu petunjuk arah di sepanjang jalur pengalihan.

BACA JUGA:  LP2M-UINSU: Angka Kekerasan di Satuan Pendidikan Cukup Tinggi

Rudi Simanjuntak, seorang warga Patumbak yang sedang melintas menuju Berastagi pada Senin, 17 Agustus 2026, menyampaikan harapan agar jalur alternatif tersebut terlebih dahulu diperbaiki secara menyeluruh sebelum diberlakukan secara permanen. Menurutnya, jalan yang berlubang dan minim rambu justru menyulitkan pengendara.

“Maunya kalau dibuat jalan alternatif, diberesi dulu jalannya seperti diaspal dan diletakkan rambu penunjuk jalan di persimpangan. Sehingga kita pengendara mobil tidak kesasar dan melalui jalan tidak beraspal,” ujar Rudi menceritakan kesulitan yang ia alami saat melintas di jalur pengalihan tersebut, dilansir dari mistar.id tanggal 17 Agustus 2026.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Adil Ginting, seorang sopir Mitsubishi L300 pengangkut sayur asal Tanah Karo. Ia menilai kondisi permukaan jalan alternatif tersebut masih jauh dari layak dilalui kendaraan, terutama kendaraan yang mengangkut muatan barang.

“Terbilang parahlah jalan alternatifnya ini, Bang. Ada yang rusak dan tidak beraspal,” tegas Adil menyampaikan keluhannya. Kondisi jalan yang masih kasar dan berlubang dinilai justru memperlambat perjalanan dan berisiko merusak kendaraan yang melintas.

BACA JUGA:  Masyarakat Desak Ganti Kepala Dusun VII Medan Estate

Kegiatan sosialisasi sekaligus pemantauan jalur alternatif tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Deli Serdang, TM Yahya. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sri Lestari Widodo, serta Camat Pancur Batu, Ferri Vernando Ginting.

Menanggapi berbagai masukan yang datang dari masyarakat dan pengguna jalan, TM Yahya menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi secara berkala. Segala masukan terkait penambahan rambu lalu lintas maupun perbaikan kondisi jalan akan segera ditindaklanjuti.

“Berbagai masukan dari masyarakat seperti penambahan rambu dan perbaikan jalan alternatif akan terus dievaluasi secara berkala demi mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” jelas TM Yahya saat dikonfirmasi terkait keluhan yang muncul di lapangan.

Dengan adanya uji coba dan masukan yang terus mengalir, diharapkan jalur alternatif Pancur Batu–Sibolangit nantinya dapat benar-benar berfungsi optimal. Perbaikan infrastruktur jalan dan pemasangan rambu yang memadai menjadi kunci agar pengalihan arus lalu lintas tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Sumber Berita: mistar.id 17-8-2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sispala Wana Bumi MAN 1 Medan Kirim Tiga Atlet ke Festival Panjat Tebing Kemerdekaan Deli Serdang
Turnamen Leng Gembira Piala Ketua MPI Deli Serdang Meriahkan HUT RI ke-81 di Hamparan Perak
Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?
Dinas Perkimtan Deli Serdang Disorot: SiLPA Rp30,7 Miliar & Anggaran Langganan Media Dinilai Janggal
Kecelakaan Maut KA Putri Deli Tabrak Truk di Serdang Bedagai, Sopir Tewas & Kereta Anjlok
Diduga Bangunan BUMDes Mekar Sari Serobot Lahan Kelompok Tani
Kreatif! Mahasiswa UNIMED Olah Daun Kelor Jadi Donat
Rapat APBD Dinas Cikataru Deliserdang Alot: SILPA Rp45 Miliar & Penyertaan Modal Rp100 M Tanpa Perda Mengancam Opini BPK
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Jalur Alternatif Pancur Batu-Sibolangit Dikeluhkan, Jalan Belum Diaspal & Rambu Masih Minim

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:51 WIB

Sispala Wana Bumi MAN 1 Medan Kirim Tiga Atlet ke Festival Panjat Tebing Kemerdekaan Deli Serdang

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Turnamen Leng Gembira Piala Ketua MPI Deli Serdang Meriahkan HUT RI ke-81 di Hamparan Perak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dinas Perkimtan Deli Serdang Disorot: SiLPA Rp30,7 Miliar & Anggaran Langganan Media Dinilai Janggal

Berita Terbaru