Air Danau Toba Dekati Level Minimum

Rabu, 31 Maret 2021 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu sudut pemandangan Danau Toba dari kaki Pusuk Buhit, Samosir. Foto:D|medan|nanda kr

Salah satu sudut pemandangan Danau Toba dari kaki Pusuk Buhit, Samosir. Foto:D|medan|nanda kr

Medan- Mediadelegasi: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menaikkan level tinggi muka air (TMA) Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) yang sudah mendekati titik minimum.

“TMC merupakan upaya untuk memodifikasi pertumbuhan awan dengan memasukkan inti kondensasi ke dalam sistem awan sehingga hujan lebih cepat terjadi dan curah hujan yang dihasilkan menjadi lebih besar,” kata Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Jon Arifian seperti dilansir Antara, Selasa (30/3/2021).

Sorti pertama kegiatan TMC DAS Danau Toba akan dilaksanakan pada Kamis (1/4). TMC rencananya dilakukan selama 20 hari mendatang.

Pesawat yang akan digunakan yaitu pesawat jenis Piper Cheyenne II registrasi PK-TMC milik BPPT dengan metode TMC menggunakan bahan semai Flare Cosat.

Tim TMC telah menyiapkan bahan semai Flare Cosat sebanyak 170 batang di Posko TMC Danau Toba di area PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Silangit, Sumut.

Operasi TMC akan dilaksanakan BBTMC BPPT bekerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Kegiatan tersebut diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) yang didukung oleh Polda Sumut dan Polres Tapanuli Utara, PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Silangit, Pemprov Sumut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, PJT I, dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

BACA JUGA:  Aljab Korban Tenggelam di Tano Ponggol Berhasil Ditemukan

Jon menuturkan Danau Toba memiliki fungsi sangat strategis, baik untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi, juga memenuhi air baku bagi industri dan rumah tangga termasuk pariwisata.

Menurut data historis, rata-rata curah hujan pada April di Danau Toba sebesar 203 mm. Pelaksanaan TMC itu diharapkan dapat meningkatkan 20-30 persen dari curah hujan selama April 2021 di Danau Toba.

Direktur Eksekutif Operasi dan Produksi PT Inalum (Persero) Reinaldy Harahap mengatakan tahun 2021 merupakan ketiga kalinya TMC dilaksanakan di Danau Toba. Hingga 26 Maret 2021, TMA Danau Toba berada pada level 903,20 meter, sementara level minimum di titik 902,40 meter agar PLTA di sana dapat tetap beroperasi normal.

Reinaldy menuturkan kondisi itu cukup mengkhawatirkan sehingga perlu langkah praktis untuk meningkatkan tinggi muka air di DAS Danau Toba. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan TMC.

DAS Danau Toba menjadi sumber utama tiga bendungan dan dua PLTA yang dikelola PT Inalum. Bendungan tersebut yaitu Bendungan Pengatur, Bendung Sigura-gura dan Bendungan Tangga. Sedang PLTA yaitu PLTA Sigura-gura dan PLTA Tangga.

BACA JUGA:  Mobil Kecebur ke Danau Toba, Satu Orang Meninggal Dunia dan Tiga Luka-luka

PLTA Sigura-gura memiliki kapasitas produksi 286 MW dan PLTA Tangga memiliki kapasitas produksi 317 MW. Selain itu, Danau Toba juga menjadi sumber mata pencaharian bagi penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Koordinator Lapangan TMC DAS Danau Toba Cornelius A Nababan menuturkan untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, akan ditempatkan personel di dua lokasi Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet), yaitu di daerah Porsea dan Merek.

Hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilaporkan setiap saat oleh petugas di posmet kepada tim pelaksana di posko, untuk dianalisis dan dijadikan sebagai masukan guna menentukan strategi pelaksanaan penyemaian awan setiap harinya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan BMKG Stasiun Meteorologi Silangit untuk analisa data cuaca dan radar. TMA Danau Toba menunjukkan tren menurun setiap tahunnya. Selain karena efek dari perubahan iklim yang mempengaruhi curah hujan di kawasan Danau Toba, isu kerusakan lingkungan ditengarai menjadi penyebab menurunnya level muka air Danau Toba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB