Alfred Gonti Pius Datubara: Pelopor Gereja Katolik di Sumatera Utara

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alfred Gonti Pius Datubara: Pelopor Gereja Katolik di Sumatera Utara
| Foto Wikipedia

Alfred Gonti Pius Datubara: Pelopor Gereja Katolik di Sumatera Utara | Foto Wikipedia

Medsn-Mediadelwgasi: Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, O.F.M.Cap., adalah tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Lahir pada 12 Februari 1934, di Lawe Bekung, Aceh Tenggara, yang saat itu masih menjadi bagian dari Hindia Belanda, Datubara menorehkan sejarah sebagai Uskup Agung Medan pertama yang berasal dari etnis Batak. Latar belakang budayanya yang kaya memberinya perspektif unik dalam melayani umat Katolik di wilayah tersebut.

Pendidikan dan panggilan imamat Datubara membawanya untuk ditahbiskan sebagai imam pada 22 Februari 1964, oleh Uskup Agung Medan saat itu, Antoine Henri van den Hurk. Dedikasinya dalam pelayanan pastoral membukakan jalan baginya untuk peran yang lebih besar dalam hierarki gereja. Pada 5 April 1975, ia diangkat menjadi Uskup Auksilier Medan dengan gelar Uskup Tituler Novi, menandai awal dari kepemimpinan episkopalnya.

Penahbisannya sebagai Uskup pada 29 Juni 1975, dipimpin oleh Justinus Kardinal Darmojuwono, Uskup Agung Semarang, dengan didampingi oleh Antoine Henri van der Hurk dan Uskup Padang, Raimundo Cesare Bergamin. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan rohaninya, mempersiapkannya untuk tanggung jawab yang lebih besar di masa depan.

BACA JUGA:  Polsek Medan Baru Bersama Muspika Gelar Operasi Pekat

Pada 24 Mei 1976, Datubara terpilih menjadi Uskup Agung Medan, menggantikan pendahulunya, Antoine van den Hurk. Pengangkatannya ini menandai babak baru bagi Keuskupan Agung Medan, dengan seorang putra daerah memimpin umat Katolik di wilayah tersebut. Kepemimpinannya selama lebih dari tiga dekade membawa dampak positif bagi perkembangan gereja dan masyarakat sekitar.

Sebagai Uskup Agung Medan, Datubara dikenal karena kebijaksanaan, kerendahan hati, dan komitmennya terhadap keadilan sosial. Ia aktif dalam berbagai kegiatan pastoral, termasuk mengunjungi paroki-paroki terpencil, memberikan pembinaan rohani, dan memperjuangkan hak-hak kaum miskin dan terpinggirkan. Ia juga berperan penting dalam mempromosikan dialog antaragama dan kerukunan umat beragama di Sumatera Utara.

Selama masa jabatannya, Datubara mendorong pengembangan pendidikan Katolik, mendirikan sekolah-sekolah baru dan meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga-lembaga yang sudah ada. Ia juga memberikan perhatian khusus pada pembinaan kaum muda, menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat iman dan karakter mereka.

BACA JUGA:  Wali Kota dan Kapolrestabes Medan Lepas Petugas Penyemprotan Disinfektan Skala Besar

Setelah mengabdi selama lebih dari tiga puluh tahun, Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara pensiun sebagai Uskup Agung Medan pada 12 Februari 2009. Kepemimpinannya dilanjutkan oleh Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M.Cap. Meskipun telah pensiun, Datubara tetap menjadi tokoh yang dihormati dan disegani oleh umat Katolik di Sumatera Utara.

Warisan Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara terus hidup dalam hati dan pikiran umat Katolik di Sumatera Utara. Dedikasinya dalam pelayanan, komitmennya terhadap keadilan sosial, dan upayanya dalam mempromosikan dialog antaragama telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan gereja dan masyarakat di wilayah tersebut. Ia akan selalu dikenang sebagai seorang pemimpin yang bijaksana, rendah hati, dan penuh kasih.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

j

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa ISTP Demo Tuntut Kampus Dibuka, Ahli Waris TD Pardede: Tanggung Jawab Yayasan Hana Nelsri Kaban dan LLDikti
Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:04 WIB

Mahasiswa ISTP Demo Tuntut Kampus Dibuka, Ahli Waris TD Pardede: Tanggung Jawab Yayasan Hana Nelsri Kaban dan LLDikti

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Berita Terbaru