Anggaran Kapal Misterius, Menkeu dan Menteri KP Bersitegang

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Sentil KKP Soal Anggaran Kapal di Gedung DPR RI Jakarta. Foto: Ist.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Sentil KKP Soal Anggaran Kapal di Gedung DPR RI Jakarta. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP), Sakti Wahyu Trenggono, terlibat dalam sebuah “perdebatan terbuka” terkait anggaran pengadaan kapal untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Perdebatan ini bermula dari pernyataan Purbaya yang menyebutkan bahwa anggaran kapal dari Kemenkeu sudah cair, namun industri galangan kapal belum juga menerima pesanan.

Anggaran Kapal: Kredit Inggris Jadi Sorotan di Tengah Perdebatan

Pernyataan Purbaya ini kemudian disanggah oleh Trenggono, yang meminta Purbaya untuk mengecek langsung ke anak buahnya di Kemenkeu mengenai kebenaran pencairan anggaran tersebut. Trenggono juga menjelaskan bahwa proyek pembangunan kapal yang dimaksud sebenarnya didanai oleh anggaran kredit dari Inggris.

Menanggapi pernyataan Trenggono, Purbaya mengatakan bahwa dirinya hanya mengecek ke galangan kapal dan menemukan belum adanya pemesanan kapal di sana. “Oh saya nggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuman cek kan ke galangan, ada nggak yang di-order? ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan saya nggak tahu. Ya udah,” kata Purbaya usai rapat bersama pimpinan DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

BACA JUGA:  Rupiah Diprediksi Terus Melemah, Sentimen Pergantian Menkeu Jadi Sorotan

Purbaya juga menambahkan bahwa bisa saja data yang diterimanya salah. Namun, ia menekankan bahwa sebagian uang yang berasal dari pinjaman pun harus melewati Kementerian Keuangan terlebih dahulu. “Yang, yang betul Pak Trenggono mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga,” kata dia.

Ia juga mengaku belum mengetahui nilai dari pinjaman untuk pembuatan kapal tersebut. Purbaya menekankan bahwa yang terpenting adalah program pembuatan kapal cepat dilanjutkan oleh Kementerian KP. “Saya nggak tahu angkanya berubah-ubah terus. Yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat dilanjutkan ke bawah, itu aja,” tambahnya.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/kasus-haji-memanas-gus-yaqut-tantang-kpk-di-pengadilan/

Perdebatan terbuka antara Menkeu dan Menteri KP ini menuai berbagai reaksi dari berbagai pihak. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyayangkan perdebatan tersebut dan menyebutnya sebagai alarm bagi kabinet. Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Purbaya dan Trenggono untuk menyelesaikan masalah tersebut di rapat kabinet.

BACA JUGA:  Berkas Masih Dilengkapi, Masa Tahanan dr. Richard Lee Diperpanjang hingga Juni

Indonesia memang berencana membangun 1.500 kapal ikan yang bekerja sama dengan Inggris. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor perikanan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Pernyataan Purbaya disampaikan dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Perdebatan antara Menkeu dan Menteri KP ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai koordinasi antar kementerian dalam pemerintahan. Masyarakat berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dan program pembangunan kapal dapat berjalan dengan lancar. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:19 WIB

DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB