Bank Danamon Syariah Optimis Capai Target Spin-Off

Senin, 29 September 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Danamon Indonesia Tbk atau BDMN tengah berupaya mencapai ambang batas nilai aset untuk bisa melakukan pemisahan bisnis syariah atau spin-off (Foto:Ist)

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Danamon Indonesia Tbk atau BDMN tengah berupaya mencapai ambang batas nilai aset untuk bisa melakukan pemisahan bisnis syariah atau spin-off (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) terus berupaya untuk mencapai ambang batas nilai aset yang dipersyaratkan agar dapat melakukan pemisahan bisnis syariah atau spin-off.

Syariah Funding Business Head Danamon, Merci Santi Adriani, mengungkapkan bahwa hingga paruh pertama tahun 2025, jumlah aset UUS Bank Danamon tercatat sekitar Rp 20 triliun.

Syariah Funding Business Head Danamon, Merci Santi Adriani Dalam Acara Journalist Class. (Foto:Ist)

Pihaknya terus berupaya untuk memenuhi kualifikasi jumlah aset yang dibutuhkan untuk spin-off.

“Pokoknya kami tetap berupaya untuk mencapai threshold untuk spin-off,” kata Merci usai acara Journalist Class, Senin, 29 September 2025, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap rencana ini.

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023, ambang batas aset Unit Usaha Syariah (UUS) untuk melakukan spin-off adalah Rp 50 triliun atau lebih dari 50 persen dari total aset induknya.

BACA JUGA:  Hasan Nasbi Mundur, ini sosok pengganti nya

Merci mengakui bahwa jumlah aset yang dimiliki Bank Danamon Syariah saat ini belum memenuhi kualifikasi untuk melakukan spin-off sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Belum (memenuhi). Intinya kami saat ini sedang meningkatkan dari sisi aset supaya bisa masuk ke rencana spin-off,” jelasnya, menekankan fokus utama perusahaan saat ini.

Merci menambahkan bahwa upaya spin-off akan dibahas lebih lanjut melalui Rencana Bisnis Bank (RBB) dan penyesuaian yang akan dilakukan di kemudian hari. Hal ini menunjukkan bahwa rencana spin-off merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Skemanya belum ada, kami sekarang fokusnya itu adalah menumbuhkan bisnis syariah dulu,” terangnya, menjelaskan bahwa pertumbuhan bisnis syariah menjadi prioritas utama saat ini.

Sayangnya, Merci tidak memberikan rincian mengenai kapan rencana pemisahan bisnis syariah Bank Danamon akan direalisasikan. Hal ini masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

BACA JUGA:  BPOM Cabut Izin Edar 21 Produk Kosmetik, Beberapa Merek Populer Terkena Imbas

Sebagai gambaran, unit usaha syariah Bank Danamon telah mencatatkan aset senilai Rp 12,52 triliun pada tahun 2023. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 25,44 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan aset yang positif ini menjadi modal penting bagi UUS Bank Danamon untuk terus mengejar target aset yang dipersyaratkan untuk spin-off. Upaya-upaya strategis akan terus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan komitmen yang kuat dan fokus pada pertumbuhan bisnis syariah, UUS Bank Danamon optimis dapat mencapai target aset yang dipersyaratkan dan mewujudkan rencana spin-off di masa mendatang. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB