BNPB Ungkap Pertimbangan Status Banjir Sumatera: Bukan Bencana Nasional?

Minggu, 30 November 2025 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Sumatera Tidak Ditetapkan sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasan BNPB (Foto:ist)

Banjir Sumatera Tidak Ditetapkan sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasan BNPB (Foto:ist)

Medan-Mediadelegasi : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan penjelasan terkait keputusan untuk tidak menetapkan bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional. Penjelasan ini disampaikan mengingat dampak signifikan yang dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa penetapan status bencana nasional di Indonesia memiliki kriteria khusus yang sangat ketat.

“Kita tidak perlu diskusi panjang lebar ya, yang dimaksud dengan status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itu kan Covid-19 dan Tsunami 2004. Cuma dua itu yang bencana nasional. Sementara setelah itu banyak terjadi bencana gempa Palu, gempa NTB kemudian gempa Cianjur (bukan bencana nasional),” ujar Suharyanto pada Sabtu (29/11/2025).

Suharyanto menambahkan bahwa penetapan status bencana nasional mempertimbangkan skala korban dan kesulitan akses ke lokasi bencana. Ia mengajak media untuk membandingkan kejadian saat ini dengan bencana-bencana sebelumnya yang ditetapkan sebagai bencana nasional.

“Mungkin dari skala korban ya, kemudian juga kesulitan akses, rekan-rekan media bisa bandingkan saja dengan kejadian sekarang ini. Memang kemarin kelihatannya mencekam ya, kan berseliweran di media sosial, nggak bisa bertemu segala macam. Tapi begitu sampai ke sini sekarang rekan media tadi hadir di lokasi dan tidak hujan,” katanya.

BACA JUGA:  Kapolri: Polri Maksimalkan Bantuan untuk Aceh, Sumut, Sumbar yang Terdampak Bencana

Suharyanto mencontohkan situasi di Sumatera Utara, di mana kondisi yang awalnya tampak sangat parah kini telah значительно membaik. Fokus utama saat ini adalah penanganan di Tapanuli Tengah, sementara daerah lain relatif stabil.

“Coba di Sumatra Utara yang kemarin kelihatannya mencekam kan sekarang yang menjadi hal yang sangat serius tinggal Tapanuli Tengah. Daerah lainnya kelihatannya relatif masyarakatnya kita lihat lah, jadi saya tidak perlu menyampaikan apakah perlu tidaknya status darurat bencana nasional atau daerah tapi sekarang statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi,” tambahnya.

Meskipun demikian, Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, Polri, dan instansi terkait tetap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana ini. Pemerintah pusat berkomitmen untuk segera mengatasi dampak bencana dan memulihkan kondisi wilayah terdampak.

BACA JUGA:  Bobby Nasution: Bantuan Pusat untuk Sumut Setara Bencana Nasional

BNPB terus memantau perkembangan situasi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan dan penanganan yang efektif. Langkah-langkah penanganan meliputi evakuasi warga, penyediaan tempat penampungan, distribusi bantuan logistik, serta pemulihan infrastruktur yang rusak.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terhadap banjir dan tanah longsor. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus ditingkatkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal .

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan dampak banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dapat segera diatasi, dan wilayah terdampak dapat segera pulih dan membangun kembali kehidupan masyarakat. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Pemprov Sumut Kerahkan 45 Personel Jaga 24 Jam
8 Fakta Pengeroyokan di Taman Bunga Siantar: Keluarga Nilai Penanganan Lambat dan Minta CCTV Dibuka
Pabrik Vape Narkotika Terungkap, Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut
Gerakan Sumut Mengajar Mengubah Masa Depan Anak-Anak dan Remaja
Kasus Penganiayaan di Siantar, BEM FH Se-Sumatera Apresiasi Kapolres Siantar, Minta Komisi III dan Komisi XIII DPR RI Turut Mengawal
Imigrasi Sumut Kecolongan, WNA Singapura Disebut Lalu Lalang hingga Operasikan Home Industry Vape Narkoba di Medan
Gebyar Pajak Sumut Triwulan I 2026, 936 Hadiah Disorot Netizen: Dinilai Sudah Diatur
Pabrik Vape Narkotika WNA Singapura di Medan Terbongkar, Aktivis Desak Kanwil Imigrasi Sumut dan Jajaran Mundur
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:28 WIB

Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Pemprov Sumut Kerahkan 45 Personel Jaga 24 Jam

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:24 WIB

8 Fakta Pengeroyokan di Taman Bunga Siantar: Keluarga Nilai Penanganan Lambat dan Minta CCTV Dibuka

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:55 WIB

Pabrik Vape Narkotika Terungkap, Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

Gerakan Sumut Mengajar Mengubah Masa Depan Anak-Anak dan Remaja

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kasus Penganiayaan di Siantar, BEM FH Se-Sumatera Apresiasi Kapolres Siantar, Minta Komisi III dan Komisi XIII DPR RI Turut Mengawal

Berita Terbaru