“Dang di-Au Dang di-Ho, Gabe di Begu”

- Penulis

Kamis, 24 Februari 2022 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Guru Sodungdangon adalah pria jejaka tua yang memang sudah sempat menikahi si Boru Bontar secara sah dan meriah juga (adat Batak tempo dulu), setahun sebelumnya. Hanya saja, sehari menikah, si Dukun Hamang kemudian pamit hendak merantau ke kampung lain. Bulan ke bulan hingga setahun ternyata tak pulang-pulang juga. Para orang tua dan keluarga serta tetua adat setempat, serta si Boru Bontar sendiri, akhirnya sepakat pasrah melupakan si Hamang, dengan ‘vonis’ pria atau suami yang tidak bertanggung jawab.

Hingga suatu hari, si putri cantik Bontar bertemu dengan sang pangeran ketika menemukan sebuah layang-layang sutera saat akan pulang mandi dari sungai. Soalnya, layang-layang sutera itu ternyata milik si pangeran sendiri, yang terbang melayang dari pantai ketika berlangsung pesta dan sayembara rebut layangan bagi para gadis yang ingin jadi permaisuri si pangeran.

BACA JUGA:  Ganti Rugi Tegakan "Alibi" Keterlambatan

Si Boru Bontar tak bisa berkata apapun ketika mendadak bertemu lagi dengan si Hamang di atas titi Aek Sibundong itu. Si hamang sakti minta Si Bontar ditinggalkan di situ dengan alasan masih isterinya hasil pernikahan sah, tapi si pangeran tegas menolak karena dia juga sudah menikahinya dengan sah, sehingga terjadi debat-tengkar sengit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‘Kita bertarung saja, tunjukkan semua ilmumu, siapa di antara kita yang lebih jago. Kalau kau menang, perempuan ini jadi isterimu dan kalian boleh pergi. Tapi kalau aku yang menang, dia tetap jadi isteriku dan tinggalkan dia di sini,” ujar si Hamang Guru menantang duel.

BACA JUGA:  Ritual Gondang Mandudu Bersama Pastor Belanda

Pertarungan seru ternyata berakhir seri (draw) dan terhenti pas matahari terbenam, namun masih saling emosi. Si Hamang tiba-tiba mencetuskan ide ‘opsi’ tragis, bahwa tubuh si permaisuri Boru Namotung harus dipenggal ‘bagi’ dua. Situasi tegang menyeramkan ketika menyaksikan kepala Si Bontar ditebas hingga terpenggal dan terpisah dari badannya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung
Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional
Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan
Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo
Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK
Rotua Wendeilyna Simarmata Menyorot Makna Pemberian Ulos
Pengurus KMDT Provinsi Bali Resmi Dikukuhkan
KMDT: Aksi Bersih-Bersih Jelang Aquabike 2023 Libatkan Ribuan Pelajar

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:17 WIB

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung

Senin, 17 November 2025 - 17:32 WIB

Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional

Sabtu, 8 November 2025 - 16:55 WIB

Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan

Jumat, 18 April 2025 - 22:57 WIB

Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo

Sabtu, 18 Mei 2024 - 13:35 WIB

Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK

Berita Terbaru