Dinas PKPPR Mulai Bedah Rumah

Kamis, 25 Maret 2021 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Mata Nek Sarifah, warga Lingkungan 6, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai langsung berkaca-kaca setelah melihat sejumlah pekerja berdatangan untuk memulai pembedahan rumahnya sesuai janji Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM ketika mengunjungi kediamannya bersama sang istri tercinta Ny Kahiyang Ayu M Bobby Afif Nasution, Kamis (3/11) lalu.

Tubuh ringkih wanita uzur yang kini hidup sebatang kara setelah sang suami dipanggil menghadap Sang Khalik sekitar 20 tahun silam dan sang anak semata wayang tak kunjung datang menjenguk tampak bergetar hebat, air mata pun mengalir dari kedua sudut matanya yang telah berkerut tersebut.

Nek Sarifah tidak pernah bermimpi jika rumahnya yang sangat sederhana dan selalu menjadi langganan banjir setiap hujan deras turun itu direnovasi.

Dengan penghasilan minimnya dari berjualan daun pisang dan buah kuini jika sedang musim, tak mungkin ibu satu anak itu bisa memperbaiki rumah yang sudah puluhan ditempatinya.

Namun Allah SWT ternyata punya kehendak lain, wanita sepuh itu pun dipertemukan dengan Wali Kota. Kondisi kehidupan Nek Sarifah yang memprihatinkan itu sontak membuat Wali Kota iba sehingga akhirnya berniat membedah rumahnya.

“Ya Allah, saya tidak menyangka rumah ini diperbaiki. Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan doa saya dan mengirimkan orang untuk memperbaikinya. Terima kasih Bapak Wali Kota atas perbaikan rumah yang dilakukan. Sebagai ungkap rasa syukur, setelah rumah ini selesai nanti, saya akan puasa selama tiga hari mulai Rabu, Kamis dan Jumat,” kata Nek Sarifah terisak.Pembedahan rumah Nek Sarifah dimulai, Rabu (24/3).

BACA JUGA:  Wakil Gubernur Sumut Serahkan Penghargaan Lingkungan Hidup 2024

Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar tiba di rumah Nek Sarifah yang lokasi persis di belakang perkuburan.

Benny datang membawa sejumlah pekerja didampingi Camat Medan Denai Ali Sipahutar.Para pekerja selanjutnya mengangkuti material bangunan yang akan digunakan untuk membedah rumah tersebut.

Selain bedah rumah, Dinas PKPPR dan Dinas Pekerjaan Umur serta Kecamatan Medan Denai akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir yang kerap menerpa rumah Nek Sarifah.Dikatakan Benny, bedah rumah dilakukan sesuai instruksi Wali Kota.

Melalui bedah rumah yang dilakukan, Nek Sarifah nantinya akan mendiami rumah yang layak huni dan terhindar dari banjir.

Bedah rumah yang dilakukan meliputi perbaikan atap rumah yang selalu bocor dan meninggikan lantai lbih kurang 35 cm guna menghindari banjir.Kemudian konstruksi rumah yang tidak memiliki beberapa kolom akan diberi kolom, sedangkan dinding rumah yang belum diplester akan diplester.

Selanjutnya wc yang selama ini berada di luar akan dipindahkan ke dalam, guna mempermudah Nek Sarifah menggunakannya di tengah usianya yang telah sepuh tersebut.

“Di usianya yang sudah lanjut itu, tak mungkin lagi Nek Sarifah ke luar rumah untuk ke wc. Nanti kita pergunakan septitank yang kedap sehingga tidak mengganggu. Selain itu kita akan memasukkan air bersih melalui PDAM, sebab air sumur yang ada di rumah beliau tidak layak konsumsi. Selama ini untuk minum sehari-hari, beliau mendapat sumbangan air isi ulang gallon dari para tetangga. Insya Allah, bedah rumah kita targetkan rampung dalam waktu sekitar 3 Minggu,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pendaftaran Bacaleg di KPU Sumut Dibuka 1 Mei 2023

Selain para pekerja melansir bahan bangunan, personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Denai tampak tengah melakukan pengorekan parit yang ada di depan rumah Nek Sarifah.

Pengorekan dilakukan agar parit kembali dalam sehingga dapat menampung debit air saat hujan deras turun.

Di samping itu juga Kecamatan Medan Denai juga telah membuat parit dan penampung sementara untuk menampung buang air dari kamar mandi Nek Sarifah. Selama ini air limbah dari kamar mandi mengalir langsung ke halaman lantaran tidak memiliki parit untuk dialirkan ke parit besar yang ada di depan rumah.Bersamaan itu beberapa pekerja dari Dinas PU juga turun untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan automatic level waterpass.

Pengukuran dilakukan untuk mengetahui elevasi pemukaan tanah yang ada di depan rumah Nek Sarifah dengan parit di pinggir jalan.

Apabila permukaan tanah depan rumah Nek Sarifah lebih rendah dari parit, maka harus dilakukan penimbunan sehingga saat hujan deras turun air bisa dialirkan ke parit agar tidak lagi menggenangi halaman rumah.D|Med-Gur|ril.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB