Ekonomi Restoratif dan Berkelanjutan: Wamenekraf Tekankan Pentingnya Peran Daerah

Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irene Umar memberi sambutan pada kegiatan Belajar Silang Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif/Pertanian Regeneratif/Ekonomi Kreatif dan Inovasi Berbasis Desa dan Pemberdayaan Perempuan yang berlangsung di Kampus Bambu Komodo, Labuan Bajo (Foto:Ist)

Irene Umar memberi sambutan pada kegiatan Belajar Silang Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif/Pertanian Regeneratif/Ekonomi Kreatif dan Inovasi Berbasis Desa dan Pemberdayaan Perempuan yang berlangsung di Kampus Bambu Komodo, Labuan Bajo (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar baru-baru ini menekankan betapa pentingnya memperkuat kapasitas daerah dalam upaya mewujudkan ekonomi restoratif dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk membangun ekosistem yang mandiri di setiap wilayah Indonesia.

Dalam keterangan pers yang diterima pada hari Kamis, Irene Umar menyatakan, “Sejak awal, Kementerian Ekonomi Kreatif percaya bahwa pembangunan harus dimulai dari daerah. Jika bisa dimulai dari desa, hasilnya akan jauh lebih kuat. Indonesia terlalu luas untuk hanya terpusat di kota-kota besar.”

Menurutnya, prinsip kemandirian juga perlu diterapkan dalam pengelolaan energi dan sumber daya alam. Setiap daerah harus didorong untuk mengidentifikasi tiga potensi unggulan yang menjadi kekhasan lokal, mencakup potensi manusia, budaya, dan sumber daya alam. Pemetaan aset daerah ini sangat penting agar pengembangan ekonomi kreatif di daerah lebih terarah dan memberikan dampak yang signifikan.

Irene menambahkan, jika setiap daerah mampu mengenali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya, hal ini akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari tingkat daerah. Hal ini sejalan dengan program prioritas yang tertuang dalam Asta Cita Ekraf.

BACA JUGA:  KPK Tangkap 9 Orang dalam OTT di Inhutani V, Terkait Dugaan Korupsi Pengurusan Izin Hutan

“Kemandirian pangan bukan berarti harus berskala nasional. Itu dimulai dari tingkat terkecil—dari rumah, desa, kota, hingga provinsi—baru akhirnya menjadi kekuatan nasional. Negara kita ini sangat kaya, tapi seringkali kita tidak menghargai kekayaan sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wamenekraf Irene menegaskan pentingnya story-nomics atau ekonomi berbasis narasi. Tujuannya adalah agar produk kreatif Indonesia dapat lebih dikenal di pasar global, sekaligus sebagai wujud menghargai diri dan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Irene juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan Kampus Bambu Komodo yang digagas oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Irene menyoroti peran penting perempuan sebagai motor penggerak rumah tangga dan ekonomi komunitas. Selain itu, ia juga mengapresiasi inovasi sepeda bambu karya masyarakat lokal sebagai simbol kolaborasi dan kreativitas lintas sektor.

BACA JUGA:  BSU Tahap Kedua 2025: Kabar Gembira atau PHP? Cek Fakta dan Jadwal Pencairan di Sini!

“Kegiatan ini bukan hanya tentang produk bambu, tetapi tentang kepercayaan dan kolaborasi. Kita perlu mendengar langsung dari masyarakat, karena tanpa memahami masalah di lapangan, solusi tidak akan lahir. Mari kita terbuka, berkolaborasi, dan bergerak bersama,” imbuhnya.

Kegiatan Kampus Bambu Komodo ini menjadi wujud nyata kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam memperkuat ekosistem kreatif nasional.

Hal ini selaras dengan semangat Asta Cita Ekraf yang mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan ekonomi daerah, dan kemandirian berbasis potensi lokal.

Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan setiap daerah di Indonesia dapat lebih mandiri dan mampu mengembangkan potensi ekonomi kreatifnya masing-masing. Dukungan dari pemerintah pusat dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk mewujudkan visi ekonomi restoratif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru

KPK menggeledah kantor PT Summarecon Agung Tbk di Jakarta Timur terkait penyidikan dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Foto: Ist.

Nasional

KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:36 WIB

Mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menyampaikan keyakinannya terkait dugaan masukan keliru kepada Presiden Prabowo Subianto dalam perkara yang menjerat dirinya. Foto: Ist.

Nasional

Febrie Adriansyah Ungkap Dugaan Masukan Keliru ke Prabowo

Jumat, 18 Sep 2026 - 13:30 WIB

Sumatera Utara

Polda Sumut Diminta Bongkar Penadah Emas Ilegal di Madina

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:26 WIB