Selain memutus akses jalan, banjir bandang Guci juga merusak sejumlah fasilitas wisata yang ada di kawasan tersebut. Area Pancuran 13 tertimbun lumpur tebal, beberapa lapak pedagang terseret arus deras, pagar pembatas di sepanjang sungai mengalami kerusakan, dan satu unit alat berat dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
Bencana alam ini juga disertai dengan longsor di kawasan perbukitan atas Desa Guci. Longsoran tanah ini semakin memperparah kondisi dan sempat memicu kepanikan di kalangan warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor. Warga khawatir longsor susulan akan terjadi.
Dampak lain dari banjir bandang Guci adalah hilangnya ratusan bibit pohon yang sebelumnya telah disiapkan untuk program penanaman di lereng Gunung Slamet pada bulan Februari tahun 2026 mendatang. Bibit-bibit pohon tersebut dilaporkan hilang terbawa arus banjir.
Hingga Sabtu siang, aktivitas wisata di kawasan Guci masih terganggu akibat banjir bandang ini. Warga bersama pihak-pihak terkait terus melakukan pembersihan material banjir serta melakukan pendataan kerusakan akibat banjir bandang Guci yang kembali melanda kawasan wisata andalan Kabupaten Tegal tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






