Guntur Romli Sebut Efek JK Bongkar Pola Pengkhianatan Jokowi Terhadap Tokoh yang Berjasa

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Foto: Ist.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Dinamika politik nasional kembali memanas setelah politisi PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, melontarkan kritik tajam terhadap gaya politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Sorotan ini muncul sebagai respons atas pernyataan terbuka Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang baru-baru ini mengungkit kembali jasa besarnya dalam merintis karier politik Jokowi. Guntur menilai, testimoni JK merupakan bukti nyata adanya pola “kacang lupa kulitnya” yang dilakukan oleh mantan Wali Kota Solo tersebut.

Menurut Guntur, pernyataan Jusuf Kalla memberikan kesan yang sangat kuat bahwa Jokowi memang memiliki kecenderungan untuk berkhianat. Ia memandang bahwa orang-orang yang pernah berjasa besar dan memberikan jalan bagi kenaikan takhta Jokowi justru berakhir dengan luka politik. Narasi pengkhianatan ini, menurutnya, bukan sekadar bualan, melainkan sebuah realitas yang kini dirasakan oleh banyak tokoh bangsa.

Dalam keterangannya pada Senin (20/4/2026), Guntur merinci sejumlah nama besar di internal PDIP yang dianggapnya telah dikhianati. Nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto berada di barisan terdepan sebagai pihak yang paling berjasa memberikan tiket politik utama bagi Jokowi, namun kini hubungannya tampak merenggang akibat arah politik yang berbeda.

Tak berhenti di pucuk pimpinan partai, Guntur juga menyeret nama-nama kader banteng lainnya seperti Ganjar Pranowo, Pramono Anung, hingga tokoh militer Andika Perkasa. Ia menyebut figur-figur ini, bersama Tri Rismaharini, FX Hadi Rudyatmo, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), telah bekerja keras mendukung stabilitas dan elektabilitas Jokowi, namun balasan yang mereka terima dianggap tidak sebanding dengan pengabdian mereka.

BACA JUGA:  Ironi Gubernur Riau: Dari Cleaning Service Jadi Tersangka Korupsi, Tamparan Keras bagi Harapan Masyarakat

Lebih lanjut, Guntur menegaskan bahwa dugaan pengkhianatan ini tidak hanya menyasar internal PDIP. Ia mencontohkan sosok Anies Baswedan dan Tom Lembong sebagai figur profesional yang pernah membantu Jokowi di pemerintahan. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka justru berada di posisi yang berseberangan, bahkan dalam situasi yang secara politik dianggap menyakitkan.

Bagi Guntur, nama-nama yang ia sebutkan adalah pilar-pilar penting yang menyokong setiap anak tangga karier politik Jokowi sejak dari Solo hingga ke Jakarta. “Apa balasannya? Pengkhianatan dan tindakan yang menyakitkan bagi mereka yang pernah berkontribusi besar,” tegas Guntur dengan nada kecewa saat menanggapi situasi politik terkini.

Ketegangan ini bermula dari pernyataan Jusuf Kalla pada Sabtu (18/4/2026) di Jakarta. JK secara blak-blakan mengklaim bahwa dirinya adalah sosok kunci yang memboyong Jokowi dari Solo ke ibu kota untuk bertarung di Pilgub DKI Jakarta. Tanpa campur tangannya saat itu, JK meyakini nasib politik Jokowi tidak akan pernah sampai pada level kursi kepresidenan.

JK mengisahkan momen saat dirinya harus meyakinkan Megawati Soekarnoputri agar bersedia mencalonkan Jokowi sebagai Gubernur DKI. Padahal, menurut pengakuannya, Megawati sempat menunjukkan penolakan di awal. Kegigihan JK dalam melobi itulah yang akhirnya membuat Jokowi mendapatkan tiket pencalonan dan memenangi kontestasi di Jakarta.

Sebagai bukti otentik, JK bahkan memperlihatkan dokumentasi foto bersejarah di mana Jokowi tampak sedang “sungkem” menyalami tangannya. Foto itu diambil sesaat setelah kemenangan di Pilgub DKI, saat Jokowi datang menemui JK dan Megawati untuk mengucapkan terima kasih secara mendalam atas dukungan yang telah diberikan.

BACA JUGA:  TPUA Tolak Penghentian Penyelidikan Kasus Ijazah Jokowi, Desak Gelar Perkara Khusus

Pernyataan JK yang meledak di media ini seolah menjadi pengingat bagi publik mengenai sejarah panjang hubungan kedua tokoh tersebut. JK menekankan bahwa posisi gubernur adalah syarat mutlak atau batu loncatan utama bagi Jokowi untuk menjadi presiden. “Kasih tahu semua itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa jadi gubernur mana bisa jadi presiden,” ujar JK dengan nada tegas.

Kini, publik disuguhkan dengan narasi kontradiktif antara sejarah jasa masa lalu dan realitas politik masa kini. Apa yang disampaikan oleh Guntur Romli dan Jusuf Kalla menunjukkan adanya keretakan yang dalam pada fondasi hubungan tokoh-tokoh besar tersebut. Narasi “balas budi” yang tidak terpenuhi kini menjadi konsumsi publik yang mencoreng citra harmonis yang selama ini dibangun.

Penilaian tajam dari Guntur Romli ini diprediksi akan semakin memperkeruh hubungan antara lingkaran pendukung Jokowi dengan PDIP dan kelompok Jusuf Kalla. Di tengah masa transisi politik, isu loyalitas dan etika berpolitik menjadi perdebatan hangat, di mana publik kini diajak untuk menilai sendiri sejauh mana seorang pemimpin menghargai tangan-tangan yang pernah membantunya mendaki puncak kekuasaan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dokter RSCM Ungkap Alasan Andrie Yunus Belum Bisa Hadir Sidang: Risiko Infeksi Tinggi dan Proses Tandur Kulit
Kubu Roy Suryo Lapor Rismon Sianipar dan Istri ke Polda Metro Jaya, Diduga Palsukan ISBN Buku ‘Gibran End Game’
KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru Kasus Sugiri Sancoko: Usut Gratifikasi dan Pencucian Uang, Belum Ada Tersangka Baru
Bank Indonesia Kenaikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen: Langkah Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi
Polres Boyolali Bongkar Sindikat Penipuan Proyek Koperasi Desa Merah Putih, 5 Tersangka Dibekuk di Jakarta
Mantan Sopir Bakar Mobil Mewah Kades Purwasaba, Polisi: Sudah Rencanakan Dua Hari Sebelum, Bukan Bom Molotov
Waspada Heat Stroke pada Anak Saat Cuaca Panas Ekstrem: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Kasus Korupsi Alutsista: Brigjen TNI Teddy Hernayadi Divonis Seumur Hidup, Menhan Sjafrie Ungkap Ketegasan Hukum Militer

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:25 WIB

Dokter RSCM Ungkap Alasan Andrie Yunus Belum Bisa Hadir Sidang: Risiko Infeksi Tinggi dan Proses Tandur Kulit

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:50 WIB

Kubu Roy Suryo Lapor Rismon Sianipar dan Istri ke Polda Metro Jaya, Diduga Palsukan ISBN Buku ‘Gibran End Game’

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:33 WIB

KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru Kasus Sugiri Sancoko: Usut Gratifikasi dan Pencucian Uang, Belum Ada Tersangka Baru

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:48 WIB

Bank Indonesia Kenaikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen: Langkah Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:21 WIB

Polres Boyolali Bongkar Sindikat Penipuan Proyek Koperasi Desa Merah Putih, 5 Tersangka Dibekuk di Jakarta

Berita Terbaru