Hadiri Acara di Thailand, Arya Wedakarna: Bukan sebagai Anggota DPD, Melainkan Tokoh Bali

Jumat, 4 September 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, memberikan keterangan terkait kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand. Foto: Ist.

Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, memberikan keterangan terkait kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, memberikan penjelasan terkait kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Acara tersebut belakangan dikaitkan dengan promosi kelompok LGBT dan memicu sorotan luas di tengah masyarakat Indonesia.

Arya menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut sama sekali bukan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI. Ia hadir sebagai tokoh masyarakat Bali sekaligus mewakili lembaga keagamaan Hindu, sehingga tidak ada kaitan langsung dengan jabatannya sebagai senator.

“Kalau saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu. Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama jabatan saya di manapun,” tegas Arya saat memberikan keterangan, dikutip pada Jumat (4/9/2026).

Lebih lanjut Arya menjelaskan, rangkaian acara Miss Equality World 2026 ternyata memuat berbagai kegiatan yang tidak hanya berupa kontes, melainkan juga peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, pameran budaya, hingga sesi diskusi lintas budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Arya mengaku hanya menghadiri sesi pemberian penghargaan sekaligus peluncuran video promosi keindahan alam dan pariwisata Bali. Atas kontribusinya, ia kemudian menerima penghargaan sebagai tokoh pelestari budaya Bali.

BACA JUGA:  Ketua KY Minta Maaf ke MA, Luruskan Angka Pelanggaran Hakim Bukan Dampak Kenaikan Gaji

“Mereka sudah membuat video yang baik untuk promosi Bali, alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Jadi kita biasa di Bali menerima penghargaan dari kalangan mana pun, kita hargai pemberian penghargaan itu,” ungkap Arya menjelaskan alasan kehadirannya.

Arya juga menyampaikan bahwa saat menerima undangan dan hadir di lokasi, ia tidak mengetahui bahwa acara tersebut belakangan dikaitkan dengan isu yang berkaitan dengan kelompok LGBT. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak mencampuri urusan latar belakang pihak penyelenggara yang memberinya penghargaan.

Ia memahami bahwa Thailand dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Namun, Arya kembali menegaskan tidak ingin memberikan komentar yang berkaitan dengan hal tersebut karena bukan fokus kehadirannya.

“Kita tidak ikut berkomentar tentang latar belakang siapa orang-orang yang memberikan penghargaan. Ada namanya etika penerimaan penghargaan. Bagi kami, kehadiran itu mewakili masyarakat Bali yang bekerja di bidang pariwisata dan budaya,” tuturnya.

BACA JUGA:  Rekapitulasi KPU Sumut Ini 4 Caleg DPD RI dengan Perolehan Suara Tertinggi

Selain kehadirannya, hal lain yang juga menjadi sorotan publik adalah keberadaan seorang anggota TNI berseragam dinas yang tampak mendampingi Arya sepanjang kegiatan di Thailand. Arya pun membenarkan bahwa personel tersebut adalah pengawal pribadinya.

Arya menjelaskan alasan mengapa pengawal tersebut turut mendampingi. “Thailand itu wilayah yang agak rawan konflik. Kita tahu ada insiden penembakan siswa, juga ada ketegangan perbatasan dengan Kamboja. Jadi pengawal itu bertugas mengamankan saja,” ujarnya membela keberadaan pengawal tersebut.

Menyusul sorotan yang meluas, Badan Kehormatan DPD RI telah memutuskan untuk memanggil Arya guna mendalami peristiwa tersebut. Ketua BK DPD, Hasby Yusuf, menyatakan pemeriksaan akan mencakup tujuan kehadiran, kapasitas yang diemban, undangan dan penyelenggara, hingga keberadaan personel TNI yang mendampingi.

BK DPD juga akan meneliti apakah ada penggunaan atribut atau fasilitas negara yang berkaitan dengan jabatan, serta keterkaitan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan tugas resmi sebagai anggota DPD. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar penentuan apakah terdapat pelanggaran kode etik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gielbran PKB Tak Cabut Sebutan Anak Haram Konstitusi untuk Gibran
Anak Krakatau Siaga, Daryono Ingatkan Warga Tak Panik Tsunami
Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara
Komdigi Berantas Judi Online, Bidik Aliran Dana Rp957 Miliar
Kejagung Serahkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar
Denny Indrayana Desak Prabowo Sampaikan Sikap Resmi Soal Putusan MK Terkait Ijazah Gibran
PDIP Tegaskan Pencopotan Foto Gibran di Sukabumi Tindakan Pribadi
Letkol Arman Ditahan, Sewakan Rumah Dinas TNI Cijantung Jadi Markas Judol
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Gielbran PKB Tak Cabut Sebutan Anak Haram Konstitusi untuk Gibran

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Anak Krakatau Siaga, Daryono Ingatkan Warga Tak Panik Tsunami

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Kejagung Serahkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Denny Indrayana Desak Prabowo Sampaikan Sikap Resmi Soal Putusan MK Terkait Ijazah Gibran

Berita Terbaru

Petugas mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 621 gram yang disembunyikan di dalam sepatu calon penumpang di Bandara Kualanamu, Jumat (9/10/2026). Tersangka SO berhasil melarikan diri, barang bukti diserahkan ke Sat Narkoba Polresta Deli Serdang. Foto: Ist.

Kabupaten Deli Serdang

Diduga Bawa Sabu 621 Gram, Calon Penumpang Kabur di Bandara Kualanamu

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:06 WIB

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono. Foto: Ist.

Nasional

Anak Krakatau Siaga, Daryono Ingatkan Warga Tak Panik Tsunami

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:06 WIB

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, beraksi dalam sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (10/10/2026). Marquez berhasil meraih kemenangan setelah menyalip Jorge Martin saat balapan menyisakan lima lap. Foto: Ist.

Olahraga

Marc Marquez Juara Sprint Race MotoGP Mandalika 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:53 WIB

Mohammad Riza Chalid (MRC), tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023, yang resmi masuk daftar buronan internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice pada 23 Januari 2026. Foto: Ist.

Nasional

Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:21 WIB