Harga Minyak Dunia Melonjak Dekati 120 Dolar

Senin, 9 Maret 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada awal pekan ini dan mendekati level 120 dolar AS per barel. Foto: Ist.

Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada awal pekan ini dan mendekati level 120 dolar AS per barel. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada awal pekan ini dan mendekati level 120 dolar AS per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah sejumlah negara produsen minyak di Timur Tengah memangkas produksi di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan tersebut.

Harga Minyak Melonjak Akibat Gangguan Pasokan

Lonjakan harga juga dipicu oleh penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang hingga kini masih belum kembali beroperasi normal akibat konflik yang melibatkan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Mengutip laporan CNBC pada Senin (9/3/2026), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak sekitar 26,5 persen atau naik 24 dolar AS menjadi sekitar 114,9 dolar AS per barel. Sementara itu minyak mentah jenis Brent crude oil yang menjadi acuan pasar global meningkat sekitar 23 persen menjadi 114,25 dolar AS per barel.

Secara keseluruhan, harga minyak Amerika Serikat tercatat naik sekitar 35 persen dalam sepekan terakhir. Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan terbesar dalam perdagangan kontrak berjangka sejak data tersebut mulai dicatat pada 1983.

Sebelumnya harga minyak dunia terakhir kali menembus level 100 dolar AS per barel terjadi pada tahun 2022 ketika Rusia melancarkan invasi ke Ukraina. Situasi serupa kembali terjadi akibat konflik yang kini melibatkan Iran dan memengaruhi jalur distribusi energi global.

BACA JUGA:  Maduro Digulingkan, AS Incar Minyak Venezuela

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar 20 persen konsumsi minyak global biasanya dikirim melalui jalur tersebut menggunakan kapal tanker.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/longsor-tpst-bantargebang-empat-tewas-dan-lima-masih-dicari/

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan tanggapan terkait lonjakan harga minyak tersebut. Melalui akun media sosial Truth Social, ia menyebut kenaikan harga minyak dalam jangka pendek merupakan konsekuensi dari upaya menghentikan ancaman nuklir Iran.

Trump menilai lonjakan harga tersebut sebagai “harga kecil” yang harus dibayar untuk menjaga keamanan global. Pernyataan tersebut menuai beragam reaksi dari pelaku pasar maupun pengamat energi.

Di sisi lain, sejumlah negara produsen minyak di Timur Tengah mulai mengambil langkah pencegahan dengan memangkas produksi. Salah satunya adalah Kuwait yang mengumumkan pengurangan produksi minyak sebagai langkah mengantisipasi gangguan distribusi akibat situasi keamanan di kawasan Teluk.

Perusahaan energi nasional Kuwait Petroleum Corporation menyebut pemangkasan produksi dilakukan karena meningkatnya risiko terhadap keamanan kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

BACA JUGA:  Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Korban Tewas dari Sipil Terus Bertambah

Gangguan pasokan minyak juga dilaporkan terjadi di Irak yang merupakan produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau OPEC. Produksi dari beberapa ladang minyak utama di wilayah selatan negara tersebut dilaporkan turun drastis.

Produksi yang sebelumnya mencapai sekitar 4,3 juta barel per hari kini dilaporkan hanya sekitar 1,3 juta barel per hari atau turun hingga 70 persen.

Sementara itu, Uni Emirat Arab juga menyatakan tengah menyesuaikan tingkat produksi minyak lepas pantai. Perusahaan energi nasional Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menyebut produksi minyak di daratan masih berjalan normal.

Negara-negara Teluk mulai mengurangi produksi karena kapasitas penyimpanan minyak semakin terbatas. Penutupan Selat Hormuz membuat banyak kapal tanker menunda pelayaran karena kekhawatiran terhadap ancaman keamanan.

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat memperkirakan kondisi ini tidak akan berlangsung terlalu lama. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal di Selat Hormuz diperkirakan dapat kembali normal dalam beberapa minggu ke depan setelah situasi keamanan di kawasan tersebut membaik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru