Nusron Wahid Diyakini Kooperatif jika Dipanggil KPK

Kamis, 17 September 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akan bersikap kooperatif apabila dipanggil untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Keyakinan tersebut disampaikan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Ia menjelaskan bahwa hingga Kamis (17/9/2026), penyidik belum menetapkan jadwal pemeriksaan terhadap Nusron Wahid dalam perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut.

Budi menyampaikan, KPK berharap seluruh pihak yang nantinya dipanggil penyidik dapat memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan sesuai kebutuhan proses hukum. Sikap kooperatif dinilai penting, terutama bagi pihak yang memiliki tanggung jawab sebagai pejabat publik.

“Kami meyakini semua pihak selaku warga negara Indonesia yang baik pasti akan kooperatif dalam proses penegakan hukum. Terlebih pada pihak-pihak selaku pejabat publik misalnya, punya tanggung jawab moral,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Kamis (17/9/2026).

KPK Tunggu Perkembangan Penyidikan

Menurut Budi, salah satu bentuk sikap kooperatif dapat ditunjukkan dengan menghadiri panggilan pemeriksaan. Pihak yang diminta memberikan keterangan juga diharapkan membantu penyidik memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mendalami perkara.

BACA JUGA:  Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, PVMBG Tetapkan Zona Bahaya 5 Kilometer

“Untuk membantu agar proses penegakan hukum ini juga berjalan efektif. Dengan misalnya hadir dalam pemanggilan, memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik dan sebagainya,” katanya.

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa penyidik KPK belum menjadwalkan pemanggilan terhadap Nusron Wahid. Ia menyebut perkembangan pemeriksaan akan mengikuti kebutuhan penyidikan dan pertimbangan yang dilakukan tim penyidik.

“Kita sama-sama tunggu perkembangan dari penyidikan perkara ini. Tentu semuanya dipertimbangkan oleh penyidik,” ucap Budi.

Delapan Tersangka dalam Kasus HGB Bogor

Sebelumnya, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penetapan tersangka tersebut menjadi bagian dari proses penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengurusan hak atas tanah.

Empat tersangka yang disebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid adalah Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry. Nama-nama tersebut tercantum dalam informasi mengenai pihak yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

BACA JUGA:  KPK Panggil Staf Khusus Raja Juli Antoni terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

Selain empat orang tersebut, KPK juga menetapkan Lampri selaku Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN, Sontang Coin Manurung selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Adrianto Pitojo Adi selaku Direktur Utama Summarecon, serta Rizal Pahlevi dari pihak swasta.

Penahanan Delapan Tersangka

KPK melakukan penahanan terhadap seluruh tersangka untuk masa 20 hari pertama. Penahanan tersebut terhitung mulai 15 September hingga 4 Oktober 2026, sesuai informasi yang disampaikan dalam perkembangan perkara.

Sementara itu, terkait kemungkinan pemeriksaan Nusron Wahid, KPK menyatakan belum ada jadwal resmi yang ditetapkan penyidik. Proses penyidikan akan terus berjalan berdasarkan kebutuhan pengumpulan keterangan dan alat bukti dalam perkara dugaan suap serta gratifikasi pengurusan HGB tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN
Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI
Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri

Rabu, 4 November 2026 - 14:04 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 11:51 WIB

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN

Rabu, 4 November 2026 - 11:12 WIB

Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Berita Terbaru