Jakarta-Mediadelegasi : Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membuat laporan polisi terkait tudingan ijazah palsu di Polda Metro Jaya, Rabu 30 April 2025. Jokowi didampingi kuasa hukumnya dan disambut dengan pengawalan ketat Paspampres. Laporan ini dibuat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.
Jokowi tiba di SPKT Polda Metro Jaya sekitar pukul 09.50 WIB dan langsung masuk ke ruangan untuk membuat laporan. Setelah sekitar 23 menit, Jokowi meninggalkan SPKT menuju Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, membenarkan bahwa pelaporan ini dilakukan hari ini. “Iya betul (membuat laporan terkait ijazah palsu),” kata Yakup saat dikonfirmasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jokowi sebelumnya menyatakan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum karena sudah menjadi fitnah dan pencemaran nama baik terkait persoalan ijazah yang dituding palsu oleh sejumlah pihak. Ia merasa perlu untuk membersihkan namanya dari tuduhan yang tidak benar.
Hingga kini sudah ada dua laporan polisi terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi. Laporan pertama dilayangkan Pemuda Patriot Nusantara ke Polres Metro Jakarta Selatan dan Polres Metro Jakarta Pusat. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/978/IV/2025/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Laporan kedua dibuat Peradi Bersatu ke Polres Metro Jakarta Selatan dan teregister dengan nomor LP/B/1387/IV/2025/SPKT/POLRES METRO JAKARTA SELATAN/POLDA METRO JAYA. Jokowi berharap dengan laporan ini, kasus tuduhan ijazah palsu dapat segera diselesaikan.
Jokowi juga berharap bahwa laporan ini dapat menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang ingin mencemarkan nama baiknya. Ia tidak akan tinggal diam dan akan terus memperjuangkan hak-haknya.
Polda Metro Jaya telah menerima laporan tersebut dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi akan memeriksa bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi untuk memecahkan kasus ini.
Dengan laporan ini, Jokowi berharap dapat memulihkan nama baiknya dan membersihkan diri dari tuduhan yang tidak benar. Ia juga berharap bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Jokowi tetap optimis bahwa kebenaran akan terungkap dan nama baiknya akan dipulihkan. Ia juga berterima kasih kepada kuasa hukumnya yang telah membantu dalam proses pelaporan ini. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












