Jokowi Tegaskan Amnesti dan Abolisi Prabowo Sesuai Konstitusi

- Penulis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi Buka Suara Soal Prabowo Beri Tom Lembong Abolisi dan Amnesti ke Hasto. (Foto : Ist.)

Jokowi Buka Suara Soal Prabowo Beri Tom Lembong Abolisi dan Amnesti ke Hasto. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan resmi terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Tom Lembong. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada awak media Jumat (1/8/2025), Jokowi menekankan bahwa pemberian amnesti dan abolisi merupakan hak prerogatif yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar kepada Presiden Republik Indonesia.

 

“Itu hak prerogatif, hak istimewa yang diberikan Undang-Undang Dasar kita kepada Presiden. Saya kira setelah melewati pertimbangan hukum, sosial, politik, semuanya sudah dihitung,” tegas Jokowi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo telah melalui proses pertimbangan yang matang dan komprehensif dari berbagai aspek.

 

Jokowi dengan bijak menghindari spekulasi mengenai maksud dan waktu pemberian amnesti dan abolisi yang bertepatan dengan bulan Agustus, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Ia menyarankan agar pertanyaan tersebut diajukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci dan akurat.

 

Pertanyaan mengenai kemungkinan muatan politis dalam keputusan tersebut, khususnya terkait dukungan PDI Perjuangan kepada Presiden Prabowo, dijawab Jokowi dengan diplomatis. Ia menyatakan bahwa hal tersebut merupakan urusan internal PDI Perjuangan dan tidak perlu dikaitkan dengan keputusan presiden.

 

Rumor mengenai hubungan yang renggang antara Jokowi dan Prabowo juga dibantah tegas oleh Jokowi. Ia menegaskan bahwa komunikasi di antara keduanya tetap terjalin dengan baik. Sebagai bukti, Jokowi bahkan menceritakan pertemuan informal yang baru saja mereka lakukan.

 

“Kami belum lama ini makan bakmi bareng sampai jam 12 malam,” ungkap Jokowi, menggambarkan keakraban dan komunikasi yang masih terjaga di antara kedua pemimpin negara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan personal mereka tetap harmonis terlepas dari perbedaan politik.

 

Terkait Kongres PDI Perjuangan di Bali yang juga menjadi sorotan publik, Jokowi kembali memilih untuk tidak berkomentar banyak. Ia dengan tegas menyatakan bahwa hal tersebut merupakan urusan internal partai dan berada di luar ranah kewenangannya sebagai mantan Presiden.

 

Sikap Jokowi yang cenderung menghindari komentar detail mengenai keputusan Presiden Prabowo dan urusan internal PDI Perjuangan menunjukkan sikapnya yang dewasa dan menghormati proses internal pemerintahan dan partai politik. Ia fokus pada penegasan bahwa keputusan Presiden Prabowo berada dalam koridor hukum dan konstitusi.

 

Pernyataan Jokowi ini diharapkan dapat meredam spekulasi dan isu-isu yang berkembang di masyarakat. Ketegasan dan diplomasi yang ditunjukkannya menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas politik nasional. Pernyataan ini juga memberikan gambaran mengenai hubungan yang masih harmonis antara Jokowi dan Prabowo, terlepas dari perbedaan latar belakang politik mereka.

 

Ke depannya, publik diharapkan dapat menerima keputusan Presiden Prabowo dan fokus pada upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pernyataan Jokowi memberikan sinyal positif bagi stabilitas politik dan pemerintahan di Indonesia. Semoga ke depan, komunikasi dan kolaborasi antar lembaga negara dan partai politik dapat terus terjalin dengan baik demi kemajuan Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Kasus Rasisme Natalius Pigai, Polri Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
PSSI Sumut Gandeng AAFI, 26 Peserta Lulus Kursus Pelatih Futsal Nasional di Medan
Spektrum Letusan Semeru, Sembilan Erupsi Beruntun Sabtu Pagi
Bantuan Bencana Muzani Disalurkan untuk Warga Sumatera Utara
Kabar Beredar: Chandra Dalimunthe Disebut Jadi Plt Kadis PUPR Sumut, Gantikan Hendra Siregar

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:22 WIB

Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 14:12 WIB

Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’

Jumat, 17 April 2026 - 14:17 WIB

Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Senin, 13 April 2026 - 20:10 WIB

PSSI Sumut Gandeng AAFI, 26 Peserta Lulus Kursus Pelatih Futsal Nasional di Medan

Berita Terbaru