Kabar Heboh Tentang Buah Impor yang Mengandung Racun

- Penulis

Kamis, 31 Oktober 2024 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Media Delegasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) tengah melakukan uji coba terhadap sejumlah sampel anggur shine muscat yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat. Tindakan ini dilakukan untuk menjawab kegelisahan masyarakat yang sudah terlanjur takut mengkonsumsi buah impor tersebut. Mereka cemas mengenai kemungkinan adanya kontaminasi pestisida berbahaya di buah anggur shine muscat. Selama proses pengambilan sampel, BPOM akan berkoordinasi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Pertanian (Kementan). dalam menanggapi isu

Sebelumnya, kegaduhan muncul setelah ditemukan 18 jenis residu beracun dalam hasil uji sampel anggur Shine Muscat impor oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand atau Food and Drug Administration (FDA). Dalam uji laboratorium yang sama, ditemukan bahwa 23 dari total 24 sampel melebihi batas legal untuk bahan kimia beracun sebanyak satu hingga enam jenis.Lagi pula, seperti yang dilaporkan oleh detikHealth, Indonesia ternyata juga mengimpor buah dari negara yang sama, yakni China.Berdasarkan data Pusat Data dan Sistem Informasi Badan Karantina Indonesia, pasokan yang masuk sesuai sertifikasi karantina sebanyak 681 tonselama periode Januari hingga September 2024. Jumlah yang masuk tersebut disahkan telah melewati proses pengawasan dan pemeriksaan dari badan karantina.Teranyar, anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan, mibaak Barantin dan BPOM unikucap minganggarkan serta mengetalarmufo anggur muscat yang acak beredar di pasar Indonesia. Menurutnya, masyarakat harus diberi kepastian terkait keamanan anggur muskat yang beredar di Indonesia. Ia juga mendorong pemerintah untuk menarik peredaran anggur shine muscat dari pasaran jika memang ditemukan kasus yang sama seperti Thailand. "Apabila terdapat kandungan yang berbahaya, tindakan Karantina perlu segera diperketat terhadap impor dan menarik semua produk dari pasar," ujar Daniel Johan.

BACA JUGA:  Jaksa Agung Tutup Rakernas Kejaksaan RI Tahun 2022

Jadi, langkah apa yang akan diambil pemerintah mengenai anggur muscat yang telah menyebar di kalangan masyarakat? Apakah benar bahwa buah impor yang sudah beredar tersebut mengancam? Temukan jawabannya dalam diskusi komprehensif di Editorial Review dengan Redaktur Pelaksana detikHealth. Alih menyang Jawa Timur, detik Sore bakal nyritakake panginum tuyul sing ana ing Jember. Diketahui, salah satu jenis makhluk gaib ini menjadi kambing hitam atas hilangnya uang sejumlah warga RT 02 RW 15, Dusun Ampo, Desa Dukuh Mencek, Sukorambi, Jember. Tentang hal itu, mereka sama-sama memasang spanduk atau banner dengan tulisan yang menegaskan tentang Rawan Tuyul. Apakah benar? Ikuti laporan langsung jurnalis detikJatim dalam Indonesia Detik Ini. Menyambut meriah Halloween, sebuah perayaan yang diadopsi dari negara-negara barat, Sunsetalk akan menghadirkan ahli dalam mengusir hantu.

BACA JUGA:  Novita Hardini: Generasi Muda Tidak Harus Jadi Politisi untuk Berkontribusi bagi Bangsa

Bagaimana metodenya? Benarkah ada makhluk tak kasat mata yang selalu memperhatikan gerak-gerik kita? Ikuti cerita lengkapnya jelang matahari terbenam nanti. Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15. 30-18. 00 WIB, di 20. detik. com dan TikTok detikcom. Jangan sampai terlewatkan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham menjelang penutupan IHSG di awal acara.Tolong sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia. Rewrite this text in a smooth manner, adding line breaks (br tags) where needed:.

0 tanggapan untuk “Kabar Heboh Tentang Buah Impor yang Mengandung Racun”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru