Kemenkes RI Lakukan Penguatan Sistem Layanan Kesehatan Jemaah Haji

- Penulis

Minggu, 24 Maret 2024 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ruang kelas Bimtek Terintegrasi PPIH Arab Saudi 2024 saat membahas kesehatan Jemaah haji, Jumat (23/3), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: Ist

Suasana ruang kelas Bimtek Terintegrasi PPIH Arab Saudi 2024 saat membahas kesehatan Jemaah haji, Jumat (23/3), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: Ist

Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan pentingnya penguatan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi. Kemudian penguatan Siskohatkes dalam penegakan istitaah kesehatan dan penguatan promosi kesehatan berbasis sektor.

Sistem pelayanan bagi Jemaah haji Indonesia tahun 2024 lebih memperhatikan kesehatan jemaah, guna mengurangi penyakit dengan risiko tinggi (Risting).
Pihak Kementerian Kesehatan RI pun melakukan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif dan terstandar. Penguatan pembinaan satu tahun sebelum berangkat melalui peningkatan kebugaran.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI Lilik Mahendro Susilo mengungkapkan hal tersebut pada Bimtek Terintegrasi PPIH Arab Saudi Tahun 2024, Sabtu (23/3), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Berdasarkan catatan pihaknya, Lilik memaparkan dari jumlah calon Jemaah haji fase pelunasan tahap pertama pembayaran BPIH 200.362 orang jemaah, sebesar 76 persen masuk dalam kategori kesehatan dengan Risting.
Indikasinya, mulai dari dislipidemia, hypertensi, diabetes mellitus dan kardiomegali. Namun, pihak Kemenkes memastikan para jemaah dinilai masih layak menunaikan rangkaian Rukun Islam kelima itu.
Dia mengakui, angka kematian jamaah haji Indonesia di Arab Saudi tiap tahun terus meningkat. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, jemaah yang wafat di tanah suci Arab Saudi mencapai 2.349 kasus.
“Sebagian besar penyakit jamaah haji merupakan faktor risiko serangan jantung, stroke, dan pneumonia,” ujar Lilik di hadapan 1.120 peserta Bimtek terintregasi diikuti 890 petugas dari Kemenag dan 230 petugas kesehatan dari Kemenkes yang siap diberangkatkan ke Arab Saudi mulai awal Mei 2024.
“Pemerintah merencanakan sistem pelayanan kesehatan haji. Mulai dari embarkasi hingga selama di Arab Saudi hingga kembali lagi ke tanah suci,” katanya. D|Red-06

BACA JUGA:  PTPN IV PalmCo Dukung UMKM Kalimantan dengan Pelatihan Busana Premium Berbasis Wastra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru