Kementerian Pekerjaan Umum Digeledah, Diduga Terkait Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Kamis (9/4/2026) secara mendadak menyambangi Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta Selatan untuk melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan Kantor Kementerian PU. Foto: Ist.

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Kamis (9/4/2026) secara mendadak menyambangi Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta Selatan untuk melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan Kantor Kementerian PU. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta menjadi sasaran penggeledahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan aparat penegak hukum ini terjadi di tengah suasana acara Silaturahmi Generasi Muda Kementerian Pekerjaan Umum yang sedang berlangsung, menimbulkan pertanyaan dan spekulasi di kalangan internal kementerian.

Kementerian Pekerjaan Umum Digeledah Jaksa: Menteri PU Tinggalkan Acara Mendadak

Menteri PU, Dody Hanggodo, yang sedianya dijadwalkan memberikan sambutan dalam acara tersebut, terpaksa meninggalkan ruangan sebelum acara dimulai. Hal ini menandakan situasi yang tidak biasa dan kemungkinan adanya keterlibatan langsung menteri dalam proses pendalaman yang dilakukan oleh Kejati DKI Jakarta.

Menteri Dody menjelaskan bahwa para penyidik datang dengan membawa surat tugas dan surat perintah resmi untuk melakukan pendalaman di sejumlah ruangan di kantor kementerian. Namun, ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci mengenai pokok perkara atau pasal hukum spesifik yang sedang didalami oleh Kejaksaan.

“Izin lakukan pendalaman. Nggak ngomong terkait masalah apa. Cuma hanya mau lakukan pendalaman gitu. Saya nggak tahu,” ujar Menteri Dody, menunjukkan ketidakpastiannya mengenai alasan penggeledahan tersebut. Pernyataan ini mengindikasikan adanya kerahasiaan dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan.

BACA JUGA:  Pernyataan Sony Sonjaya Diragukan Kredibilitasnya, Pengunduran Diri Kuasa Hukum Perkuat Keraguan Publik

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/permata-sumut-berdayakan-perempuan-terdampak-bencana

Lebih lanjut, Menteri Dody juga tidak mengetahui secara pasti jumlah penyidik yang hadir di lokasi maupun ruangan-ruangan spesifik yang menjadi sasaran pemeriksaan. Ia menyatakan bahwa seluruh ruangan di lingkungan kementerian dipersilakan untuk diperiksa, termasuk ruang kerjanya sendiri, sebagai bentuk kooperatif terhadap proses hukum.

“Baru minta izin. Datang minta izin. Saya bebaskan beliau-beliau masuk ruangan siapa saja, termasuk pada ruangan saya. Beliau nggak ngomong,” ungkapnya, menekankan bahwa pihaknya tidak menghalangi upaya penyidikan. Sikap kooperatif ini diharapkan dapat memperlancar proses penegakan hukum.

“Saya benar-benar tidak tahu. Mereka datang, mengatakan ada surat tugas, ada surat perintah, ya sudah saya percaya,” kata Menteri Dody, menegaskan bahwa ia memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugasnya sesuai prosedur.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Kejati DKI Jakarta mengenai perkara spesifik yang menjadi dasar penggeledahan di kantor Kementerian PU tersebut. Ketidakjelasan ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai dugaan korupsi atau pelanggaran hukum lain yang mungkin sedang diselidiki.

BACA JUGA:  Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dipercepat

Penggeledahan kantor kementerian ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama mengingat peran vital Kementerian PU dalam pembangunan infrastruktur nasional. Setiap dugaan penyimpangan dalam proyek-proyek PU dapat berdampak luas pada anggaran negara dan kualitas pembangunan.

Penyelidikan Kejati DKI Jakarta ini diharapkan dapat mengungkap fakta yang sebenarnya dan memberikan kejelasan mengenai isu yang sedang didalami. Transparansi dalam proses hukum sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Publik menantikan informasi lebih lanjut dari Kejati DKI Jakarta mengenai perkembangan kasus ini. Keterangan resmi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dugaan pelanggaran yang terjadi dan langkah-langkah hukum selanjutnya yang akan diambil.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan internal yang kuat di lingkungan kementerian serta peran aktif aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi di sektor publik. Upaya pemberantasan korupsi harus terus dilakukan secara konsisten untuk memastikan akuntabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Digadang Godok 10 Nama Calon Wapres Pengganti Gibran Rakabuming Raka
Yusril Ungkap Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Mengarah ke Indikasi Makar
Prabowo Resmi Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan
Yusril Tegaskan Penyelidikan Kasus Penyadapan Listyo Sigit Tanpa Pandang Bulu
Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN
Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:03 WIB

Prabowo Digadang Godok 10 Nama Calon Wapres Pengganti Gibran Rakabuming Raka

Rabu, 4 November 2026 - 16:40 WIB

Yusril Ungkap Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Mengarah ke Indikasi Makar

Rabu, 4 November 2026 - 15:00 WIB

Prabowo Resmi Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan

Rabu, 4 November 2026 - 14:55 WIB

Yusril Tegaskan Penyelidikan Kasus Penyadapan Listyo Sigit Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 4 November 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri

Berita Terbaru