Kemnaker Gandeng Wadhwani Foundation dan Indosat, Siapkan SDM Hadapi Era Digital

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Kementerian Ketenagakerjaan, Wadhwani Foundation, dan PT Indosat Tbk. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pengembangan SDM berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan. Foto: Ist.

Momen penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Kementerian Ketenagakerjaan, Wadhwani Foundation, dan PT Indosat Tbk. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pengembangan SDM berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026 di Jakarta, sebagai upaya konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang penting, mulai dari peningkatan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan artifisial (AI), hingga perluasan kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu fokus utama adalah memastikan akses layanan ketenagakerjaan yang lebih luas dan inklusif, termasuk memberikan perhatian khusus bagi kelompok tenaga kerja disabilitas agar turut mendapatkan kesempatan yang sama dalam dunia kerja.

Selain itu, kolaborasi ini juga akan mengembangkan konsep Talent and Innovation Hub (TIH). Kehadiran TIH ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan, tetapi menjadi ekosistem lengkap yang mendorong lahirnya inovasi dan semangat kewirausahaan yang selaras dengan kebutuhan industri saat ini.

BACA JUGA:  Siapkan Tenaga Kerja untuk Industri EV, Kemnaker Gandeng Dunia Usaha

Melalui program ini, para talenta tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja yang handal, tetapi juga didorong untuk menjadi pencipta lapangan kerja baru. Penguatan keterampilan digital, pemahaman AI, serta pembelajaran berbasis proyek menjadi kunci, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan jawaban strategis terhadap tantangan dunia kerja yang sedang berubah dengan sangat cepat.

“Dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat. Disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri telah menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja,” ujar Menaker dalam sambutannya.

Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki potensi besar berupa bonus demografi. Namun, potensi tersebut hanya akan menjadi berkah jika dikelola dengan tepat. Tanpa intervensi dan penyiapan yang baik, justru bisa berubah menjadi beban bagi negara.

“Kesepahaman bersama yang kita tandatangani hari ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” tambahnya.

BACA JUGA:  Kemnaker dan Huawei Jalin Kerja Sama Perkuat Pendidikan Vokasi dan Daya Saing SDM

Kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja melalui pelatihan soft skills, literasi digital, serta pengembangan jiwa wirausaha. Tidak kalah penting, terdapat upaya integrasi platform layanan seperti SIAPKerja dan JobReady agar akses informasi dan lowongan kerja semakin mudah dijangkau masyarakat.

Menaker menekankan bahwa investasi di bidang ketenagakerjaan ini bersifat jangka panjang. Tujuannya adalah memastikan tenaga kerja Indonesia tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman.

Dengan sinergi ini, diharapkan akan terwujud talenta masa depan yang kompeten, tercipta kesempatan kerja yang lebih luas dan inklusif, serta meningkatnya produktivitas dan daya saing bangsa di kancah global. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran
Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya
KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut
Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA
KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan
Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan
Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Langkah Konkret dan Penanganan Sumber Asap
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:53 WIB

KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan

Berita Terbaru