Kesaksian Syahrial AMS: Ada Pertemuan dengan Menteri PKI di Kediaman Gubernur Sumut

H Syahrial Ams SH MHum aktivis GP Ansor Medan saksi sejarah gerakan penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) Di Sumatera Utara 1965. Foto saat berlangsung Podcast Mediadelegasi, Senin (29/9). Foto: Limbong

Pascaperistiwa G30S PKI, desakan masyarakat agar PKI dibubarkan kian gencar dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Sumut.

Meski demikian, sejumlah anggota DPRD Sumut dari PKI pada 7 Oktober 1965, justru masih ikut bersidang.

Pada 12 Oktober 1965, kata Syahrial, di Lapangan Merdeka Medan digelar Rapat Akbar Umat Islam Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

Rapat terbuka tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumut Adil Zuhdi Daulay dan Walikota Medan Aminurrasyid yang juga Ketua NU Sumut.

Saat Rapat Akbar inilah, kata Syahrial, Tuan Syech Afifuddin sebagai Rois Amm PW NU Sumut membacakan fatwa, menghalalkan darah komunis.

Pascarapat akbar ini, gerakan pengganyangan PKI tak terelakkan.

“Saat itu terbentuklah Front Aksi Pemuda, sebagai kolaborasi Pemuda Ansor, Pemuda Muslimin, Pemuda Katolik dan Pemuda GAMKI dikomandoi Marahalim Siregar dari NU,” paparnya.

Kemudian, terbentuk juga Komando Aksi Pemuda dari Pemuda Pancasila dikomandoi Fendi Keling.

Titik awal gerakan pengganyangan PKI oleh Front Aksi Pemuda bergerak menuju gedung Soksi waktu itu, Jalan Iskandar Muda Medan berujung pada tewasnya Zakir Sago, dan Ketua Sargubi yang juga anggota DPRD Medan.

“Saat ini ada satu lagi saksi hidup sejarah itu, yaitu Kamaluddin Lubis yang kini dikenal sebagai advokat senior. Pada masa itu, Kamaluddin Lubis menjabat sebagai Ketua PMII Sumut,” ujar Syahrial. D|Red-06

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait