Deli Serdang-Mediadelegasi: Terletak di Jalan Printis, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, setiap Minggu pagi digelar Pekan Sarapan Karya Anak Muda (Pasar Kamu) yang menyajikan berbagai produk sarapan tradisional masyarakat desa.
Meski memerlukan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dengan mobil dari Kota Medan, Minggu (26/6) pagi, Meryl Rouly Saragih, Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan menjadi tamu istimewa Pasar Kamu.
Saat tiba di Pasar Kamu, Meryl Rouly Saragih tampak terperangah dan memberikan rasa salutnya terhadap inisiatif masyarakat desa yang mampu mengubah sebuah desa terpencil menjadi salah satu destinasi wisata kuliner sarapan dengan menu tradisonal masyarakat desa.
“Pasar ini sangat unik karena mengangkat konsep kearifan lokal dan mendukung pemberdayaan masyarakat dengan menjual UMKM Tradisional Khas Indonesia, salut saya kepada inisiator Pasar Kamu ini,” ujar Meryl Saragih yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut.
Pasar Kamu ini yang hanya dibuka setiap hari Minggu mulai Pukul 06.30-11.00 memang beberapa tahun terkahir ini telah menjadi salah satu tujuan wisata pagi bagi masyarakat kota yang merindukan suasan dan menu sarapan ala pedesaan.
“Saya berbincang dengan founder Pasar Kamu, Bapak Dedy Sofyan, salut dengan inisiasinya, bukan hanya memberdayakan masyarakat sekitar tapi juga membantu perekonomian mereka dengan program-programnya supaya bisa berdikari dalam ekonomi,” ungkap Ketua Bampeperda DPRD Sumut ini.
Ada sekitar 60 lapak yang berjualan di Pasar Kamu, selain menjual makanan, juga ada pertunjukan seni dan permainan kedaerahan yang disajikan.
“Uniknya, alat tukar di sini menggunakan “uang kayu” yang namanya tempu. 1 tempu nilainya Rp2.000,- yang bisa ditukarkan di KPU (Komisi Penukaran Uang),” tambah Meryl.
Selanjutnya, politisi perempuan cantik yang terpilih sebagai Anggota DPRD Sumut dari Dapil Medan B, menyarankan agar mengurangi penggunaan berbahan plastik sebagai alat bungkus atau lainnya diganti dengan produk berbahan kertas sehingga Pasar Kamu juga bagian dari kegiatan ekonomi kerakyatan yang ramah lingkungan.
“Menurut pengakuan para pedagang di sini, seluruh bahan makanan diolah tanpa menggunakan zat-zat pengawet dan kimia, semuanya alami, luar biasa, dengan kehadiran dan pemberdayaan yang dilakukan ini menunjukkan bahwa apabila desa kuat, maka akan bisa berdaulat dan berdikari,” pungkas Meryl R Saragih. D|Red






