Mantan Menkominfo Budi Arie Setiadi Akui Dikhianati Anak Buah dalam Kasus Judi Online

Senin, 11 November 2024 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Media Delegasi – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, mengaku telah menjadi korban persekongkolan oleh mantan stafnya sendiri. Budi merasa dikhianati oleh T dan AK, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus judi online.

Budi memaparkan awal mula upayanya untuk memberantas judi online di ranah digital. Menurutnya, Kominfo membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki integritas tinggi di bawah Direktorat Pengendalian Ditjen Aptika. Namun, keterbatasan SDM menyebabkan perlunya rotasi tugas di antara pegawai.

“Jumlah personel yang bertugas mengawasi dan menutup situs judi online sangat terbatas. Hingga saat ini, keterbatasan SDM ini masih menjadi tantangan akibat alokasi anggaran yang terbatas,” ungkap Budi.

BACA JUGA:  BI Laporkan Cadangan Devisa Indonesia Turun, Ini Penyebabnya

Untuk menutupi kekurangan tersebut, dilakukan rekrutmen petugas di bawah Direktorat Pengendalian. Salah satu calon yang terpilih adalah T, yang mengusulkan beberapa hacker muda pro-pemberantasan judi online, termasuk AK, yang memiliki kemampuan takedown 50.000 hingga 100.000 situs per hari.

Budi akhirnya menerima masukan dari berbagai pihak untuk melibatkan AK, meskipun hanya lulusan SMK, karena kemampuan IT-nya dianggap cukup mumpuni. “Di dunia IT, skill terkadang lebih penting daripada ijazah,” jelasnya.

 

Merasa Dikhianati

Namun, Budi menyatakan rasa kecewanya setelah mengetahui bahwa kedua orang kepercayaannya justru terlibat dalam persekongkolan dengan bandar judi online.

“Saya merasa dikhianati oleh T yang ternyata bermain di belakang tanpa sepengetahuan pimpinan,” tegas Budi. “Alih-alih menjalankan tugas pemberantasan judi online, mereka malah tergoda bekerja sama dengan bandar judi.”

BACA JUGA:  Ada instruksi dari menteri untuk menggunakan mesin Pindad, kata Erick

Budi menekankan bahwa ia tidak pernah memberikan perintah untuk melindungi situs judi online dan meminta masyarakat serta media fokus mengawal penangkapan bandar besar sesuai instruksi Presiden Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Nias

Bobby Tiba Di Nias, Warga: Selamat Datang Gubernur Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:55 WIB