Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Ditetapkan sebagai Tersangka Gratifikasi Rp17 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Maruf Cahyono, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR periode 2019-2021, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikas. (Foto : Ist.)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Maruf Cahyono, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR periode 2019-2021, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikas. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Maruf Cahyono, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR periode 2019-2021, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Pengumuman ini disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Kamis (3/7/2025). Kasus ini merupakan bagian dari penyelidikan lebih luas terhadap dugaan korupsi di lingkungan MPR.


Budi Prasetyo menjelaskan bahwa KPK telah mengumpulkan cukup bukti untuk menetapkan Maruf Cahyono sebagai tersangka. Proses penyidikan masih berlanjut, dengan tim penyidik terus berupaya melengkapi alat bukti yang diperlukan untuk memperkuat dakwaan. Besarnya dugaan gratifikasi yang diterima Maruf Cahyono mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu sekitar Rp17 miliar. Angka tersebut merupakan perhitungan sementara dan berpotensi bertambah seiring dengan perkembangan penyelidikan.


Sebagai bagian dari proses investigasi, KPK telah memeriksa sejumlah saksi. Pada Rabu (2/7/2025), dua orang saksi menjalani pemeriksaan. Mereka adalah Andi Wirawan, seorang wiraswasta, dan Jonathan Hartono, seorang karyawan swasta. Andi Wirawan meminta penjadwalan ulang pemeriksaan, sementara Jonathan Hartono hadir dan memberikan keterangannya kepada penyidik.


Pemeriksaan terhadap kedua saksi tersebut difokuskan pada dugaan keterkaitan mereka dengan investasi yang dilakukan oleh Maruf Cahyono. KPK menduga adanya aliran dana yang mencurigakan terkait investasi tersebut, dan sedang menelusuri jejak keuangan untuk mengungkap seluruh rangkaian tindak pidana korupsi.


Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat posisi Maruf Cahyono sebagai mantan Sekjen MPR. Publik menantikan proses hukum yang transparan dan adil, serta berharap KPK dapat mengungkap seluruh jaringan dan aktor yang terlibat dalam kasus ini. Transparansi dalam proses hukum sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah.


Langkah KPK dalam menetapkan Maruf Cahyono sebagai tersangka menunjukkan komitmen lembaga tersebut dalam memberantas korupsi di semua sektor, termasuk di lingkungan lembaga negara. Penyelidikan yang menyeluruh dan tuntas diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi dan mencegah terjadinya praktik serupa di masa mendatang.


Ke depan, KPK akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Bukti-bukti yang telah dikumpulkan akan dianalisa secara cermat untuk memastikan semua pihak yang terlibat dapat diproses secara hukum.


Dengan ditetapkannya Maruf Cahyono sebagai tersangka, diharapkan kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi pejabat negara lainnya untuk selalu menjunjung tinggi integritas dan menghindari praktik korupsi. KPK berkomitmen untuk terus bekerja keras dalam memberantas korupsi dan menegakkan hukum di Indonesia. D|Red.

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS
BACA JUGA:  Jaksa dan ASN Dibacok di deliserdang , Kejagung Bergerak Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru