Membanggakan, Unpad Kukuhkan Delapan Guru Besar Baru

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan Guru Besar Unpad yang baru dikukuhkan dan Ketua Dewan Profesor Unpad, Prof. Atwar Bajari (Guru Besar berdiri paling kiri) saat mengikuti Pengukuhan Jabatan Guru Besar Unpad di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa 14 April 2026. Kedelapan Guru Besar ini berasal dari lima fakultas di Unpad. Foto: Ist.

Delapan Guru Besar Unpad yang baru dikukuhkan dan Ketua Dewan Profesor Unpad, Prof. Atwar Bajari (Guru Besar berdiri paling kiri) saat mengikuti Pengukuhan Jabatan Guru Besar Unpad di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa 14 April 2026. Kedelapan Guru Besar ini berasal dari lima fakultas di Unpad. Foto: Ist.

Bandung-Mediadelegasi: Universitas Padjadjaran kembali mencatatkan momentum membanggakan dalam penguatan akademik nasional melalui pengukuhan delapan Guru Besar baru dari lima fakultas berbeda. Prosesi sakral ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, di Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung, pada Selasa, 14 April 2026. Kehadiran para profesor baru ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Sinergi Lintas Disiplin yang Membanggakan Institusi

Sidang terbuka tersebut diawali dengan khidmat melalui pengantar dari Ketua Dewan Profesor Unpad, Prof. Atwar Bajari. Keberagaman disiplin ilmu yang diwakili oleh para pendidik besar ini mencakup bidang Kedokteran Gigi, Keperawatan, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi, hingga Fakultas Peternakan. Sinergi lintas disiplin yang membanggakan ini menjadi bukti nyata komitmen Unpad dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

Prof. Fahmi Oscandar mengawali paparan dengan memperkenalkan konsep Radioidentifikasi dalam bidang radiologi forensik. Paradigma ini menggabungkan pencitraan oral kranio-maksilofasial dengan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi identifikasi individu. Teknologi ini tidak hanya sekadar kemajuan teknis, namun juga bentuk penghormatan terhadap martabat kemanusiaan dan kepastian hukum bagi setiap individu.

Dalam sektor kesehatan publik, Prof. Anne Agustina Suwargiani menyoroti urgensi promosi kesehatan gigi berbasis pelayanan primer yang sangat membanggakan dalam inovasinya. Beliau menekankan bahwa tingginya karies di Indonesia harus dihadapi dengan penguatan preventif dan pemberdayaan komunitas. Melalui literasi kesehatan dan integrasi program kemasyarakatan, diharapkan akses layanan gigi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih merata dan inklusif.

BACA JUGA:  Modus Pandemi Covid-19, Sopir Tembak Bawa Kabur Angkot

Isu kesehatan mental remaja menjadi fokus utama Prof. Iyus Yosep yang memperkenalkan strategi Triple-P e-Parenting. Inovasi keperawatan jiwa ini dirancang untuk mencegah cyberbullying yang kian marak di era media sosial. Dengan menempatkan keluarga sebagai aktor utama melalui komunikasi dan pemantauan digital yang positif, perlindungan mental bagi generasi muda dapat diperkuat secara holistik.

Selaras dengan hal tersebut, Prof. Maria Komariah membawa visi rekonstruksi keperawatan dasar menuju Integrative Holistic Nursing. Beliau mengingatkan bahwa meskipun era digital menawarkan kecanggihan teknologi, ruh dari keperawatan tetap terletak pada ketulusan asuhan manusiawi. Keseimbangan antara mesin dan sentuhan kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan di masa depan.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/tragedi-ledakan-proyek-sains-seret-guru-jadi-tersangka/

Dari perspektif tata kelola global, Prof. Dudy Heryadi memaparkan ancaman krisis akibat persaingan AI dan unilateralisme negara besar. Beliau mendorong adanya kerangka kerja sama internasional yang lebih adil dan inklusif untuk meredam potensi konflik tatanan dunia. Menurutnya, teknologi transformatif seperti AI harus dikelola melalui sistem multilateral yang kuat agar memberikan manfaat luas bagi semua bangsa.

Prof. Herijanto Bekti melengkapi diskursus kepemimpinan dengan menekankan pentingnya adaptabilitas dalam digital governance di Indonesia. Kepemimpinan publik saat ini tidak hanya membutuhkan kecakapan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun legitimasi sosial. Pendekatan hibrida yang menggabungkan inovasi digital dengan kearifan lokal dianggap sebagai kunci keberlanjutan administrasi publik yang terpercaya.

BACA JUGA:  Brigpol Arya Gugur Ditembak Curanmor, Saksi: Saat Itu Lokasi Masih Sepi dan Belum Banyak Orang

Pentingnya jembatan informasi dibahas oleh Prof. Jenny Ratna Suminar dalam konteks komunikasi kesehatan keluarga. Di tengah derasnya arus informasi digital, komunikasi yang efektif berperan vital dalam menangkal hoaks dan membangun literasi kesehatan masyarakat. Jaringan komunikasi ini diharapkan mampu menghubungkan kepedulian dari Sabang hingga Merauke demi meningkatkan taraf hidup bangsa secara menyeluruh.

Di bidang peternakan, Prof. Lilis Suryaningsih menawarkan solusi pangan berkelanjutan melalui teknik marinasi daging menggunakan bahan alami. Penggunaan enzim dan antimikroba alami dari rempah-rempah terbukti mampu meningkatkan kualitas dan keamanan produk tanpa ketergantungan pada bahan sintetis. Pendekatan ini mendukung pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus menciptakan sistem pangan yang ramah lingkungan.

Rangkaian orasi ilmiah ini ditutup dengan apresiasi mendalam terhadap kontribusi nyata para Guru Besar dalam bidang masing-masing. Kehadiran delapan pakar baru ini memperkuat posisi Unpad sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perubahan global. Dedikasi mereka dalam riset dan pengabdian menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya untuk terus berkarya bagi kepentingan bangsa dan negara.

Diharapkan, gagasan-gagasan yang telah dipaparkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademis, melainkan dapat diimplementasikan menjadi kebijakan nyata. Dengan pengukuhan ini, Universitas Padjadjaran semakin optimis dalam mencetak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Masyarakat dapat mengakses detail lebih lanjut mengenai pengukuhan ini melalui laman resmi Universitas Padjadjaran. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara
Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk
Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan
Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata
KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji, Pemeriksaan Ditunda
Hari Ini, Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Pemerasan dan Gratifikasi
Kaesang Pangarep Tegaskan Komitmen Kawal Reynaldo Bryan Menjadi Ketua Umum HIPMI

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara

Senin, 18 Mei 2026 - 17:02 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global

Senin, 18 Mei 2026 - 14:40 WIB

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk

Senin, 18 Mei 2026 - 14:11 WIB

Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:19 WIB

Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata

Berita Terbaru