Menkes Budi Ungkap Fakta Mengejutkan tentang TBC di Indonesia

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dua orang di Indonesia meninggal dunia akibat TBC setiap lima menit. (Foto : Ist.)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dua orang di Indonesia meninggal dunia akibat TBC setiap lima menit. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dua orang di Indonesia meninggal dunia akibat TBC setiap lima menit. Kondisi ini membuat Menkes menilai deteksi dini TBC sangatlah penting di Indonesia.

Menkes Budi menekankan pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC yang tepat. Pengobatan TBC memerlukan disiplin minum obat dan selalu mengontrol kondisi tubuh ke dokter. Pasien TBC harus minum obat setiap hari selama enam bulan untuk memastikan kesembuhan.

Menkes Budi menilai ada empat langkah penting yang harus dilakukan masyarakat untuk menghentikan penyebaran TBC, yakni menemukan pasien, memastikan segera minum obat, menyelesaikan pengobatan, dan memberikan terapi pencegahan bagi kontak erat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menkes Budi mengungkapkan, data terkait TBC di Indonesia ini sampai membuat Presiden Prabowo Subianto terkejut. Terlebih, angka kematian akibat TBC amat tinggi. Karena itu, program desa siaga TBC adalah bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:  Menkes Budi Gunadi Ungkap 'Bom Waktu' Gagal Ginjal: Gaya Hidup Manis yang Menjadi Tabungan Penyakit

Program desa siaga TBC bertujuan untuk menemukan pasien TBC lebih dini, sehingga penyebaran penyakit bisa ditekan. Dengan demikian, pasien TBC dapat diobati lebih awal dan mengurangi risiko kematian.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, menambahkan, sangat penting peran masyarakat dalam mencegah penyebaran TBC. Masyarakat dapat membantu dengan menerapkan prinsip TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh).

Pemerintah punya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan TBC. Masyarakat dapat memanfaatkan program ini untuk memeriksa kesehatan dan mendeteksi TBC lebih dini.

Aries mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan prinsip TOSS dan saling mengawasi serta menjaga sesama. Jika ada anak, istri, saudara, atau tetangga yang gejalanya mirip TBC, segera laporkan agar bisa diobati sampai sembuh.

BACA JUGA:  Hasil Seleksi PPIH Arab Saudi Mundur Lagi, Berikut Alasannya!

Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran TBC. Dengan menerapkan prinsip TOSS dan memanfaatkan program CKG, masyarakat dapat membantu mengurangi angka kematian akibat TBC.

Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menangani TBC. Pemerintah dapat menyediakan program dan fasilitas kesehatan, sementara masyarakat dapat membantu dengan menerapkan prinsip TOSS dan memanfaatkan program kesehatan.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan angka kematian akibat TBC dapat menurun dan masyarakat dapat hidup lebih sehat. Pemerintah dan masyarakat harus terus bekerja sama untuk menangani TBC dan mencapai tujuan kesehatan yang lebih baik. D|Red.

 

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru