Memasuki Mei hingga Juni 2026, cakupan wilayah kemarau akan semakin luas. Sejumlah daerah di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan mulai mengalami penurunan curah hujan.
Wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua juga akan bertahap memasuki musim kemarau pada periode tersebut. Hal ini menunjukkan distribusi kemarau yang merata di hampir seluruh Indonesia.
Pada Juli hingga Agustus 2026, sebagian wilayah yang sebelumnya belum terdampak akan mulai mengalami kemarau. Beberapa di antaranya adalah wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026, dengan cakupan mencapai 429 ZOM atau 61,4 persen wilayah. Ini menjadi periode paling kering sepanjang tahun.
Selain Agustus, puncak kemarau juga diprediksi terjadi pada Juli di sebagian wilayah serta September di wilayah lainnya. Variasi ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan dinamika atmosfer.
Dengan adanya prakiraan ini, masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi. Terutama dalam pengelolaan air dan mitigasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi di berbagai daerah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







