Pakar Ekonomi Nilai Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kurang Peka, Ditantang Bawa Terobosan Inovatif

Jumat, 12 September 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo) Didin Damanhuri : Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kurang Peka, Ditantang Bawa Terobosan Inovatif. (Foto : Ist.)

Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo) Didin Damanhuri : Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kurang Peka, Ditantang Bawa Terobosan Inovatif. (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa memicu beragam interpretasi publik, terutama setelah pernyataan Purbaya di awal masa jabatannya menimbulkan kritik. Menurut Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Asprindo), Prof Didin S Damanhuri, hal ini menunjukkan Purbaya belum sepenuhnya memahami perannya sebagai menteri.

“Kalau saya menilai, mungkin karena dia belum pernah menjadi menteri. Seperti kita pahami, seorang menteri itu tak hanya jabatan teknokrat, tapi juga jabatan politis,” kata Didin kepada wartawan, Jumat (12/9/2025). Didin menjelaskan bahwa seorang menteri harus mampu mengombinasikan profesionalisme dengan kemampuan menyerap aspirasi publik, sesuatu yang dianggap belum dimiliki Purbaya.

Didin menambahkan, pernyataan Purbaya yang menyebut “rakyat hanya sibuk meningkatkan pendapatan tak perlu berdemo” jika ekonomi tumbuh 6-7% mencerminkan pola pikir ekonometris yang terlalu sempit. “Menurut saya, menkeu baru ini masih tipikal orang yang belum pernah bergelut dalam kompleksitas bagaimana kebijakan itu harus disusun,” ungkapnya. Sebagai seorang insinyur yang kini terjun ke bidang ekonomi, Didin menilai Purbaya terlalu fokus pada data dan angka tanpa mempertimbangkan aspek sosial dan politik yang lebih luas.

BACA JUGA:  Sri Mulyani Resmi Serahkan Jabatan Menteri Keuangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa

Peran Sentral Menteri Keuangan dan Tantangan Baru

Melihat respons awal tersebut, Didin menyarankan Purbaya untuk segera belajar dari pengalaman pasca-pelantikan. Ia menekankan bahwa jabatan Menteri Keuangan memiliki peran sentral yang sangat strategis dalam membantu Presiden. “Dia harus belajar, sebagai menteri bidang ekonomi, dia harus bertanggung jawab pada ekonomi fiskal,” ujar Didin.

Tantangan bagi Purbaya adalah untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dibanding pendahulunya. Didin berharap Purbaya mampu merancang kebijakan yang bisa secara langsung mengatasi berbagai isu krusial di Indonesia, seperti target pertumbuhan ekonomi, masalah ketimpangan, rasio pajak yang rendah, dan penumpukan utang.

Meskipun demikian, Didin melihat adanya potensi positif dari latar belakang pendidikan Purbaya sebagai insinyur. Ia berharap Purbaya bisa mengombinasikan pendekatan ekonomi dengan faktor-faktor determinan lain, sehingga mampu membawa perspektif baru dalam pengelolaan kebijakan fiskal.

Didin mengajak semua pihak untuk menantikan kinerja Purbaya, terutama dalam menghadapi perdebatan dengan anggota dewan dan kritik publik. Hal-hal yang menjadi sorotan antara lain alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp300 triliun untuk program MBG (Merdeka Belajar-Merdeka Mengajar) dan penahanan dana alokasi daerah untuk Koperasi Desa Merah Putih.

BACA JUGA:  BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah dengan Intervensi Pasar

Harapan untuk Terobosan dan Mengembalikan Kepercayaan

Menurut Didin, seharusnya ada jadwal yang jelas (timeline) untuk setiap program kebijakan. “Sudah tugas Menteri Keuangan untuk mengharmonisasikan fiskal yang prudent dengan moneter, sehingga Asta Cita itu bisa menyumbang bagi pertumbuhan ekonomi,” paparnya. Tantangan terbesar bagi Menkeu baru adalah memastikan tidak ada persoalan di lapangan akibat kebijakan yang dibuat.

Didin berharap Purbaya bisa melakukan langkah-langkah positif dan inovatif dalam tiga bulan ke depan. Salah satu contoh yang bisa ia lakukan adalah menegosiasikan pajak dari platform digital, sesuatu yang belum berhasil dilakukan sebelumnya. Jika berhasil, langkah ini bisa membantu menaikkan rasio pajak Indonesia dari angka 10%.

“Kita sangat menunggu langkah-langkah inovatif dan terobosan dari Menkeu baru ini, untuk menutup distrust akibat pernyataan blunder-nya di awal masa jabatan,” pungkas Didin. Kinerja Purbaya ke depan akan menjadi penentu dalam mengembalikan kepercayaan publik yang sempat goyah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru