Penunjukan ini bertujuan menjamin kesinambungan pelayanan gerejawi serta pendampingan pastoral bagi umat di seluruh wilayah Keuskupan Bogor.
Ia mengajak umat bersatu dalam doa demi kepemimpinan dan masa depan gereja di Keuskupan Bogor yang semakin kuat dan berbuah. Menurutnya, engunduran diri Mgr Paskalis Bruno Syukur bukan menjadi akhir tetapi sebuah transisi rohani yang membuka bab baru dalam sejarah Keuskupan Bogor.
Sr Selestina Sinaga dari Kesusteran Bekasi memubikasi, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM hanya mundur dari jabatan kegerejaan tapi tidak berhenti menjadi imam dalam Gereja Katolik.
Menurutnya, ketika seorang uskup mengundurkan diri, ia secara kanonik (menurut hukum gereja) berhenti memegang jabatan uskup di wilayah tersebut, tetapi statusnya sebagai imam dan uskup tidak hilang secara ontologis, ia tetap seorang imam dan uskup secara sakramental.
“Mgr tidak lagi menjalankan tugas sehari-hari sebagai gembala atau pimpinan administrasi di Keuskupan Bogor,” tegasnya namun tetap memiliki gelar sebagai imam / uskup tapi tak lagi bertanggung jawab atas pelayanan pastoral dan administrasi di keuskupan.
“Tugas kepemimpinan sementara di Keuskupan Bogor dipercayakan kepada Administrator Apostolik sampai uskup baru diangkat,” tambahnya.
D|Red






