Warga Pati Dukung KPK Usut Tuntas Bupati Sudewo

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Pati menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati pada Selasa (20/1/2026) terkait penangkapan Bupati Pati, Sudewo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Foto: Ist.

Warga Pati menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati pada Selasa (20/1/2026) terkait penangkapan Bupati Pati, Sudewo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Puluhan warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati pada Selasa (20/1/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penangkapan Bupati Pati, Sudewo, dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Warga Pati Desak KPK Usut Tuntas

Massa yang membawa spanduk dan melakukan orasi, mendesak KPK untuk mengusut tuntas dugaan praktik jual beli jabatan perangkat desa yang menyeret nama kepala daerah tersebut. Mereka meminta agar KPK bekerja secara profesional, transparan, dan menindak semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.

Koordinator aksi, Harno, menyatakan keprihatinannya atas kasus OTT yang menimpa Bupati Pati. Ia menilai bahwa kasus ini sangat memprihatinkan, terutama karena saat ini masyarakat Pati sedang dilanda bencana alam.

“Saya prihatin adanya OTT karena masyarakat Pati sedang dilanda bencana. Kok tega-teganya pemerintah korupsi saat masyarakat kena musibah,” ujarnya dengan nada kecewa.

BACA JUGA:  Roy Suryo Ajukan Praperadilan Jilid IV, Gugat Pencekalan Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/petral-kembali-mencuat-kejagung-dalami-keterlibatan/

Menurut massa AMPB, kasus dugaan jual beli jabatan yang menjerat Sudewo selama ini dinilai menjadi pemicu kegaduhan di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Mina Tani. Oleh karena itu, mereka meminta agar proses hukum dapat berjalan hingga tuntas dan mengungkap semua pihak yang terlibat.

Dengan ditangkapnya Bupati Sudewo oleh KPK, massa yang selama ini kontra terhadap kebijakan kepala daerah tersebut langsung menyuarakan dukungan penuh terhadap lembaga antirasuah. Mereka menegaskan tidak ingin ada intervensi dari pihak manapun yang dapat berujung pada pembebasan tersangka.

“Dengan adanya kasus tangkap tangan yang melibatkan Bupati Pati ini, kami dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendukung penuh KPK untuk mengusut tuntas kasus dugaan jual beli jabatan ini tanpa pandang bulu,” tegas Harno.

BACA JUGA:  KPK: Kendaraan Dinas Tak Boleh untuk Kepentingan Pribadi

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa terdapat delapan orang yang diamankan dalam operasi senyap dan telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/1/2026) pagi.

“Pagi ini delapan orang yang diamankan sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih, yang pertama kepala daerah atau Bupati Pati, kemudian dua camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa,” kata Budi kepada wartawan.

Budi menambahkan bahwa penyidik KPK akan langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap Sudewo dan tujuh orang lainnya. Penentuan status hukum para pihak akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Nanti kami akan sampaikan status hukumnya dari para pihak yang diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih,” katanya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan TPPU
Komisi XIII DPR Panggil Ombudsman dan Pengelola Lapas Cibinong soal Dugaan Klaster Mewah
Jaksa Agung Rotasi 16 Pejabat Kejagung, Kajari Jakpus Jaksel Jakut Berganti
Tom Lembong Hadiri Sidang Nadiem: Hakim dan Jaksa Tertekan, Sistem Peradilan Belum Kondusif
KPK Geledah Kanwil BPN Jawa Timur, Temukan Uang di BPN Mojokerto, 8 Tersangka Suap HGB Bogor
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun Penjara di Tingkat Banding Kasus Chromebook
Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Dalami Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Roy Suryo Ajukan Eksepsi, Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi Dinilai Cacat Hukum
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:01 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan TPPU

Jumat, 25 September 2026 - 14:50 WIB

Komisi XIII DPR Panggil Ombudsman dan Pengelola Lapas Cibinong soal Dugaan Klaster Mewah

Kamis, 24 September 2026 - 17:26 WIB

Tom Lembong Hadiri Sidang Nadiem: Hakim dan Jaksa Tertekan, Sistem Peradilan Belum Kondusif

Kamis, 24 September 2026 - 16:58 WIB

KPK Geledah Kanwil BPN Jawa Timur, Temukan Uang di BPN Mojokerto, 8 Tersangka Suap HGB Bogor

Kamis, 24 September 2026 - 13:48 WIB

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun Penjara di Tingkat Banding Kasus Chromebook

Berita Terbaru