Pembatasan Komuter Mirip PPKM Dikenal Sejak Jaman Rasulullah

- Penulis

Jumat, 23 Juli 2021 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembatasan Komuter atau aktivitas hilir mudik manusia mirip penyekatan dalam rangkaian PPKM telah dikenal sejak jaman Rasulullah SAW. Foto ini sebagai ilustrasi, Kota Mekah Tahun 2012. Foto:D|maruliagussalim

Pembatasan Komuter atau aktivitas hilir mudik manusia mirip penyekatan dalam rangkaian PPKM telah dikenal sejak jaman Rasulullah SAW. Foto ini sebagai ilustrasi, Kota Mekah Tahun 2012. Foto:D|maruliagussalim

Isolasi mandiri atau isolasi dalam pengelolaan pemerintah sebagai cara satu-satunya menghambat laju pandemi virus yang sejak setahun lebih menjadi salah satu standar penanggulangan.

Pembatasan komuter atau forensen yang diterapkan di jaman wabah Thaun tentunya diharapkan menjadi trik jitu pada masa pemerintahan Khalifah. Kita simak hadis dari Abdurrahman bin Auf yang artinya: “Apabila kalian mendengar ada penyakit menular di suatu daerah, jangan lah kalian memasukinya; dan apabila penyakit itu ada di suatu daerah dan kalian berada di tempat itu, jangan lah kalian keluar dari daerah itu karena melarikan diri dari penyakit itu.” (HR Riwayat Bukhari)

Sejarah mencatat, penyakit thaun juga terjadi di jaman Umar bin Khathab. Kala itu, Umar bin Khathab menahan diri memasuki negeri Syam, karena wabah thaun tengah melanda negeri itu.

BACA JUGA:  Mencari Solusi Agar PJJ tak Menyisakan Keterbelakangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat itu, Abu Ubaidah RA bertanya kepadanya, “Apakah kamu lari dari takdir Allah?” Umar menjawab, “Ya, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah.”

Jawaban Umar tersebut berlandaskan dari sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan lah orang yang terkena penyakit mendatangi orang yang sehat.”

Corona Mirip Thaun

Dari sisi tingkat pandemi dan masa inkubasinya, coronavirus mirip dengan Thaun. Buku Rahasia Sehat Ala Rasulullah SAW’, Nabil Thawil menulis penyakit thaun sebagai penyakit menular yang bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini berasal dari infeksi bakteri Pasterella Pestis.

Bakteri thaun ini dibawa oleh Xenopsella Cheopis (kutu anjing) yang berasal dari darah tikus. Sebab, Xenopsella Cheopis sejatinya hidup di tubuh tikus. Wabah pertama terjadi pada tikus dan menyebar ke manusia. Melalui darah tikus yang berada di kutu anjing tersebut menular lah ke manusia melalui kulit dan darah.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:37 WIB

Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers

Berita Terbaru