Pemkab Samosir Diminta Serius Dukung Program “Smart Green School”

Kamis, 27 Juni 2024 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teka foto: Pemerhati pendidikan dari Korea Selatan Prof. Dr Young Suk Kwon (kedua kiri) didampingi Dosen Universitas Padjajaran Dr. Arjon Turnip (kedua kanan) dan rombongan,  saat melakukan kunjungan kepada Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang, dalam rangka pengembangan program

Teka foto: Pemerhati pendidikan dari Korea Selatan Prof. Dr Young Suk Kwon (kedua kiri) didampingi Dosen Universitas Padjajaran Dr. Arjon Turnip (kedua kanan) dan rombongan, saat melakukan kunjungan kepada Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang, dalam rangka pengembangan program "smart green school", belum lama ini di Pangururan, Samosir. Foto: dok-CHPRI

Medan-Mediadelegasi: Wakil Ketua DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Mandalasah Turnip meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir lebih serius dukung program sekolah berwawasan lingkungan atau Smart Green School (SGS).

“Pemkab Samosir di bawah kepemimpinan Bupati Vandiko T Gultom kurang tanggap terhadap program smart green school yang diantaranya telah diinisiasi oleh pemerhati pendidikan asal Korea Selatan Prof Dr. Young Suk Kwon di SD Negeri (SDN) 10 Lumban Suhisuhi,” katanya, di Medan, Kamis (26/6).

Menurut dia, kepedulian Guru Besar dari Pusan University Korea untuk mengembangkan program  smart green school (SGS) di Samosir tersebut seyogianya direspon oleh Pemkab setempat yang dituangkan dalam kesepakatan kerja sama.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Bupati Samosir Vandiko T Gultom maupun pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tindak lanjut dari rencana pengembangan program SGS, sebagaimana ditawarkan oleh pihak Prof. Young Suk Kwon.

BACA JUGA:  Optimalisasi Kerja Sama Antar-Daerah Kendalikan Inflasi

Bahkan, kata Mandalasah, pihaknya justru memuji sikap kepedulian Wakil Bupati (Wabup) Samosir Martua Sitanggang yang  ingin agar program SGS bisa segera direalisasikan di Samosir.

Wabup Samosir saat menerima audiensi Prof. Young Suk Kwon dan rombongan, baru-baru ini mengarahkan mereka agar melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir.yang dituangkan dalam nota  kesepakatan atau memory of agreement (MoA).

Mandalasah menambahkan, KMDT selama ini juga turut berkontribusi dan bersinergi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mendorong elemen masyarakat di kawasan Danau Toba agar senantiasa memiliki kepedulian dan berbudaya lingkungan hidup.

Sebab,  kata putra kelahiran Samosir ini, gerakan ramah lingkungan hidup merupakan salah satu program prioritas KMDT, selain percepatan pembangunan pendidikan dan pariwisata berbasis masyarakat.

BACA JUGA:  Organisasi Perempuan Kecam Penganiayaan terhadap Marisi Manurung

Sebelumnya, Prof Young Suk Kwon menjelaskan bahwa pihaknya  telah melakukan pendampingan terhadap SDN 10 Lumban Suhisuhi dan hingga saat ini sudah berjalan.

Salah satu bentuk pendampingan tersebut adalah melatih kreatifitas siswa membuat aneka produk UMKM.yang ramah lingkungan.

“Kita berharap program SGS kedepan bisa menjangkau ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan melibatkan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementaraa itu, Dosen Unpad Arjon Turnip menyampaikan bahwa  Prof Young Suk Kwon sangat mencintai anak-anak di  Samosir sehingga bersedia membantu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Anak-anak SDN 10 Lumban Suhisuhi sudah mempunyai kemampuan membuat sovenir, selain itu hasil karya produk gambar mereka akan dikemas dalam tampilan digital di Korsel dan setelah itu dibawa kembali ke Samosir,” ujarnya. D/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan
Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim
JPU Kejari Belawan Ajukan Banding, Pasal Putusan Korupsi Pengadaan Kapal Tak Sesuai Tuntutan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB