Dalam wawancara podcast yang dipandu jurnalis DelegasiTV Robin Turnip tersebut, Uba Pasaribu yang selama ini dikenal cukup aktif meringankan beban warga miskin di Deli Serdang dan Medan, mengungkapkan bahwa banyak kaum marjinal tidak memiliki akses untuk mendapatkan akses pengobatan dan berbagai bidang pelayanan publik lainnya.
Hal itu, katanya disebabkan oleh sulitnya para kaum marjinal di daerah tersebut memperoleh identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP).
Dikatakan Uba, kendala yang dihadapi kaum marjinal dalam mendapat KTP akhirnya membuat mereka nyaris tidak mempunyai akses untuk memperoleh bantuan sosial dari pemerintah.
“Banyak kaum marjinal belum memiliki nomor induk kependudukan atau NIK, karena terkendala dengan proses birokrasi yang ketat dan tidak punya uang yang cukup untuk melengkapi syarat administrasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPW MUKI Sumut Deddy Mauriz Simanjuntak, mengingatkan kepada semua pihak bahw gerakan aksi sosial serta memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan sosial bagi masyarakat marjinal harus dilakukan secara lebih gencar.
Diakuinya, selama ini berbagai program pemberdayaan masyarakat miskin telah dilaksanakan oleh pemerintah melalui berbagai institusi mulai tingkat pusat sampai daerah, baik bagi masyarakat miskin perkotaan maupun masyarakat miskin pedesaan.
Namun, Deddy menilai, dari berbagai program pemberdayaan tersebut tidak sedikit yang mengalami kegagalan, sehingga ujuan akhir dari program tersebut untuk memandirikan masyarakat dalam berusaha belum terwujud secara optimal, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar mereka.
“Akibat masih minimnya perhatian pemerintah, banyak kaum marjinal di berbagai daerah seperti di Deli Serdang dan Kota Medan hidup dalam kondisi tidak layak,” tuturnya. D|Med-24