Penanganan Bencana Sumatra Dikritik, Menko PMK Sampaikan Permohonan Maaf

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Sumatera (Foto:Ist)

Banjir Sumatera (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan permohonan maaf atas penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia mengakui bahwa upaya penanganan yang dilakukan masih belum optimal.

Permintaan maaf ini disampaikan di tengah sorotan publik terhadap respons pemerintah dalam menghadapi bencana yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan material. Pratikno menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin, namun kondisi lapangan yang sulit menjadi kendala utama.

“Pemerintah telah bekerja keras. Mohon maaf jika masih kurang maksimal,” kata Menko PMK Pratikno pada Rabu, 3 Desember 2025. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran pemerintah akan adanya kekurangan dalam penanganan bencana.

Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) itu menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menyulitkan upaya penanganan adalah kondisi geografis wilayah bencana yang sangat berat. Hal ini menghambat distribusi logistik dan pencarian korban, terutama di daerah-daerah terpencil.

BACA JUGA:  Menko PMK: 1.050 Huntara Dibangun untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

“Tantangannya sangat berat. Medan wilayahnya sangat luas. Cuaca juga masih belum mendukung,” ungkap Pratikno. Kondisi cuaca yang buruk semakin memperburuk situasi dan memperlambat proses evakuasi dan penyaluran bantuan.

Meskipun demikian, Pratikno menegaskan bahwa seluruh pihak terkait telah bekerja ekstra keras dalam penanganan bencana, terutama di wilayah-wilayah yang terisolir. Tim-tim救援 telah dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Tapi seluruh tim dikerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terisolir. Jadi mohon doa dan dukungan dari semuanya,” sebut Pratikno. Ia berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat dapat membantu meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan.

Pratikno menambahkan bahwa bencana di Sumatra telah mendapat perhatian khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto. Kepala Negara telah memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bekerja keras dan mengerahkan semua kekuatan untuk mengatasi bencana.

BACA JUGA:  20 Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Ibu yang Penuh Kasih Sayang

“Pak Presiden memerintahkan kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk bekerja keras mengerahkan semua kekuatan untuk mengatasi bencana,” ujar Pratikno. Perintah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian penuh terhadap penanganan bencana di Sumatra.

Pemerintah menyadari bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak. Oleh karena itu, Pratikno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu membantu para korban dan mendukung upaya pemulihan pascabencana.

Dengan adanya permintaan maaf dan komitmen dari pemerintah untuk bekerja lebih keras, diharapkan penanganan bencana di Sumatra dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Sehingga, para korban dapat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan dan wilayah terdampak dapat segera pulih kembali.

Semoga situasi di Sumatra segera membaik dan para korban dapat segera bangkit dari keterpurukan.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru