Perkuat Jaringan 5G, Komdigi Buka Lelang Frekuensi 2,6 GHz Tahun Depan

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (Foto:Ist)

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus berupaya mempercepat dan memperluas konektivitas 5G di Indonesia. Setelah sukses menyelesaikan lelang frekuensi 1,4 GHz, Komdigi kini menargetkan untuk membuka lelang pita frekuensi 2,6 GHz pada akhir tahun 2025.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa lelang frekuensi 2,6 GHz merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan 5G di Indonesia. Saat ini, cakupan jaringan seluler generasi kelima tersebut baru mencapai 10% sejak pertama kali dihadirkan pada pertengahan Mei 2021.

“Mudah-mudahan untuk kejar akhir tahun ini, kita juga akan melakukan lelang dari 2,6 GHz untuk pembangunan 5G,” kata Meutya dalam acara FEKDI x IFSE 2025 di Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun seleksi frekuensi tersebut ditargetkan digelar pada akhir tahun ini, Komdigi memperkirakan prosesnya baru akan rampung pada tahun depan. Setelah proses lelang selesai, pembangunan jaringan 5G melalui frekuensi 2,6 GHz diharapkan dapat segera dimulai.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok, 31 Oktober 2025: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

“Kalau lancar, (lelang frekuensi 2,6 GHz) tahun depan selesai dan pembangunannya juga sudah mulai dirasakan tahun depan,” ujar Meutya.

Pita frekuensi radio 2,6 GHz merupakan salah satu pita mid-band yang memiliki keunggulan kapasitas dengan bandwidth yang tersedia sebesar 190 MHz. Spektrum dengan moda Time Division Duplex (TDD) ini diketahui memiliki ekosistem perangkat 4G dan 5G terbanyak kedua secara global.

Komdigi meyakini bahwa dengan dilepasnya frekuensi 2,6 GHz, kualitas mobile broadband di Indonesia akan meningkat secara signifikan, sehingga memberikan pengalaman internet yang lebih baik bagi masyarakat.

Selain fokus pada pengembangan jaringan 5G, Komdigi juga terus berupaya memperluas akses internet rumah dengan harga terjangkau. Hal ini diwujudkan melalui proses lelang frekuensi 1,4 GHz yang baru saja diselesaikan, yang diperuntukkan bagi layanan jaringan akses nirkabel pita lebar (fixed broadband).

Meutya menjelaskan bahwa percepatan-percepatan di sektor telekomunikasi akan terus dilakukan pada tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo, mengingat administrasi, paperwork, dan persiapan telah dilakukan dengan baik pada tahun pertama.

BACA JUGA:  KPK tangkap Enam Orang dalam OTT di Mandailing Natal

Sebelumnya, Komdigi telah melakukan konsultasi publik atas Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada Pita Frekuensi Radio 2,6 GHz.

Upaya ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan kecepatan internet di Indonesia, yang saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Komdigi menargetkan bahwa dengan tersedianya frekuensi 2,6 GHz, kualitas internet jaringan pita lebar bergerak (mobile broadband) di Indonesia dapat meningkat menjadi 100 Mbps pada tahun 2029.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan Indonesia dapat segera menikmati konektivitas 5G yang merata dan berkualitas, serta akses internet yang lebih cepat dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru