Presiden Belarus Alexander Lukashenko Tiba di Jakarta, Buka Peluang Kerja Sama Strategis Indonesia-Belarus

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Belarus Alexander Lukashenko tiba di Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Ist.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko tiba di Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Republik Belarus, Alexander Lukashenko, secara resmi tiba di Jakarta pada Rabu (1/7/2026). Pesawat yang membawa kepala negara dan rombongannya mendarat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, menandai dimulainya rangkaian kunjungan kenegaraan yang dinanti-nantikan kedua belah pihak.

Kedatangan Lukashenko disambut langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafri Sjamsoeddin, yang ditugaskan khusus mewakili Presiden Prabowo Subianto untuk menerima tamu negara tersebut. Penyambutan berlangsung dengan protokol kenegaraan yang tertib dan penuh kehormatan sesuai aturan diplomatik yang berlaku.

“Saya mewakili Presiden Republik Indonesia menyambut kehadiran Presiden Republik Belarus H.E. Alexander Lukashenko di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta,” tulis Sjafri dalam unggahan resmi yang dibagikan melalui akun media sosial resminya, menegaskan keseriusan Indonesia menyambut kunjungan ini.

Rangkaian pertemuan utama akan dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026), di mana Presiden Prabowo Subianto akan menerima langsung Presiden Lukashenko di Istana Merdeka. Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan menjadi ajang membahas berbagai aspek kerja sama yang dapat memperkuat posisi kedua negara di kancah internasional.

BACA JUGA:  Menjelang Berkas Dilimpahkan, Eks Menag Yaqut Harap Kebenaran Kasus Korupsi Kuota Haji Terungkap

Menteri Pertahanan Sjafri Sjamsoeddin menyatakan bahwa kedatangan Lukashenko ini menjadi momentum penting dalam mempererat ikatan persahabatan yang telah terjalin selama ini. Kunjungan ini tidak sekadar pertemuan seremonial, melainkan langkah nyata memperluas jangkauan hubungan luar negeri Indonesia.

“Kedatangan ini sekaligus membuka ruang penguatan kerja sama strategis yang didasari prinsip saling menghormati dan saling berkontribusi demi kemajuan bersama kedua bangsa,” tegas Sjafri, menggarisbawahi manfaat nyata yang diharapkan dari kunjungan kenegaraan tersebut.

Persiapan penyambutan telah dilakukan secara matang sejak beberapa waktu sebelumnya. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Belarus, Maxim Ryzhenko, di kantor Kementerian Luar Negeri RI guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas secara rinci persiapan teknis kunjungan sekaligus menyusun daftar kerja sama strategis yang akan menjadi hasil konkret dari pertemuan kedua kepala negara nantinya. Koordinasi ketat dilakukan demi memastikan tidak ada hal yang terlewatkan.

“Kedua pihak menyampaikan apresiasi atas koordinasi erat antara kementerian dan lembaga kedua negara dalam mempersiapkan kunjungan kenegaraan ini,” bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri RI pasca pertemuan tersebut.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis, Disambut Wapres Gibran

Selain persiapan teknis, kedua menteri juga membahas rencana penguatan hubungan di berbagai bidang strategis. Cakupannya meliputi sektor ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, pengembangan kebudayaan, hingga kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu pencapaian penting yang akan ditandatangani dalam kunjungan ini adalah peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030. Dokumen ini menjadi panduan kerja sama yang jelas dan terukur, memastikan setiap kesepakatan berjalan konkret dan saling menguntungkan.

Belarus sendiri dinilai sebagai mitra strategis yang berharga bagi Indonesia di kawasan Eurasia, sekaligus anggota penting dalam Uni Ekonomi Eurasia. Kehadiran perjanjian perdagangan bebas Indonesia–EAEU yang ditandatangani akhir 2025 menjadi landasan kokoh untuk melipatgandakan manfaat ekonomi bagi masyarakat kedua negara ke depannya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka
BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB