Presiden Prabowo Temui Presiden Biden di AS Setelah Jalin Kerja Sama Strategis dengan China

- Penulis

Senin, 11 November 2024 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Media Delegasi – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Washington DC, Amerika Serikat, untuk kunjungan kerja pada Minggu, 10 November 2024. Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Selasa, 12 November 2024.

Menurut keterangan resmi dari Sekretariat Presiden, Prabowo mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Kedatangannya disambut oleh Penjabat Kepala Protokol AS Ethan Rosenzweig, Duta Besar AS untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir, dan beberapa pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC. Pasukan jajar kehormatan turut menyambut Prabowo sebelum ia menuju hotel tempatnya menginap selama di Washington DC.

Dalam kunjungannya ke AS, Prabowo dijadwalkan menghadiri serangkaian pertemuan penting, termasuk pertemuan dengan Presiden Biden yang akan berlangsung di Gedung Putih pada 12 November 2024.

BACA JUGA:  PDI Peringati Hari Lahir Pancasila, Djarot: Koruptor adalah Pengkhianat

Sebelum berkunjung ke AS, Prabowo lebih dahulu melawat ke China pada 8-10 November 2024. Di sana, ia bertemu dengan sejumlah pemimpin China, seperti Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji, Perdana Menteri Li Qiang, dan Presiden Xi Jinping. Prabowo juga menghadiri pertemuan bisnis antara pengusaha China dan Indonesia.

 

Kerja Sama Ekonomi Strategis Indonesia-China

Prabowo menegaskan bahwa China adalah mitra ekonomi strategis dan salah satu investor utama di Indonesia. “China adalah mitra ekonomi strategis Indonesia dan investor utama, kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan,” ujarnya dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, pada Sabtu (9/11/2024).

Prabowo mengungkapkan bahwa kerja sama bisnis antara perusahaan besar China dan Indonesia akan menghasilkan investasi senilai lebih dari USD 10 miliar. Ia menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam hubungan strategis Indonesia-China.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap 6 Orang Terkait Pembunuhan Notaris Perempuan di Bogor

 

Penandatanganan Tujuh Kesepakatan Kerja Sama

Setelah pertemuan bilateral, Prabowo menyaksikan penandatanganan tujuh kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan China. Kesepakatan tersebut meliputi:

  1. Protokol Fitosanitari untuk Ekspor Kelapa Segar dari Indonesia ke China;
  2. Panduan Kerja untuk Promosi Perikanan Tangkap Berkelanjutan;
  3. Memorandum tentang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Biru;
  4. Memorandum Kerja Sama Sumber Daya Mineral;
  5. Memorandum Kerja Sama Mineral Hijau;
  6. Memorandum Kerja Sama Sumber Daya Air;
  7. Memorandum Penilaian Kesesuaian.

Prabowo optimistis bahwa peningkatan hubungan Indonesia-China akan berkontribusi pada stabilitas dan kesejahteraan kawasan Asia. “Saya yakin bahwa hubungan Indonesia dan China akan membawa kondisi yang kondusif bagi situasi strategis di Asia, khususnya di kawasan kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru