Prof.Sihol Jembatani Perguruan Tinggi di Indonesia dengan RS Jerman

- Penulis

Sabtu, 4 Februari 2023 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Display Dialog Interaktif HorasMedan. Foto: Nanda

Display Dialog Interaktif HorasMedan. Foto: Nanda

Medan-Mediadelegasi: Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jambi Prof. Dr.Sihol Situngkir, SE, MBA menyatakan siap menjembatani kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dengan beberapa rumah sakit (RS) terkemuka di Jerman.

Hal itu ditegaskan Sihol Situngkir saat tampil bersama Guru Besar Institut Kesehatan Sumatera Utara (INKESSU) Prof. Dr H. Paul Sirait, SKM, MM, M.Kes dalam acara Dialog Interaktif HorasMedan yang digelar Mediadelegasi di Medan, Jumat (3/2).

Dialog interaktif HorasMedan yang dipandu Redaktur Pelaksana Mediadelegasi Maruli Agus Salim Siregar tersebut mengusung tema Menimba Pengalaman dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit di Jerman dan Belanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, kebutuhan Indonesia akan industri kesehatan baik di sektor produk teknologi kesehatan maupun pelayanan rumah sakit sangat mendesak, sementara di Jerman sudah sedemikian majunya.

Untuk itu, menurut dia, mutlak diperlukan kemitraan antara perguruan tinggi di Indonesia khususnya yang mengelola program studi kedokteran dan kesehatan dengan perguruan tinggi maupun rumah sakit di Jerman.

Selain kemitraan bidang kesehatan, lanjutnya, perlu pula dikembangkan kerja sama saling menguntungan di beberapa bidang lainnya, yaitu ekonomi, pendidikan dan ristek.

Dengan demikian, pihaknya berharap melalui kemitraan itu nantinya akan terwujud produksi bersama industri alat-alat kesehatan kedua negara dan prgram magang bagi mahasiswa Indonesia di Jerman.

BACA JUGA:  Warga Pinggiran Danau Toba Jangan Jual Tanah

Sihol menambahkan, gagasannya mengembangkan kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dengan beberapa rumah sakit di Jerman merupakan salah satu agenda penting yang akan dibahas rombongan misi pendidikan dan kebudayaan yang akan mengikuti Festival Nusantara Bremen di Jerman pada 8 hingga 12 Mei 2023.

Kehadiran para rektor dari Indonesia, menurut dia, cukup penting karena salah satu agenda utama dari event tersebut yaitu studi banding mengenai kemajuan sains dan teknologi, terutama di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat.

“Kami memperkirakan akan ada puluhan rektor dan pimpinan perguruan tinggi yang ikut bergabung dalam misi pendidikan dan kebudayaan Indonesia ke Festival Nusantara Bremen 2023,” kata Sihol yang juga advisor Nusantara Festival Bremen (NFB) 2023.

Sementara itu, Prof. Dr H. Paul Sirait, SKM, MM, M.Kes menilai Nusantara Festival Bremen 2023 bisa dimanfaatkan sebagai momentum bagi kalangan pengelola perguruan tinggi di Indonesia untuk menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi di Jerman, khususnya antar program studi dalam rangka akreditasi internasional.

“Di Jerman banyak rumah sakit multi spesialisasi yang bekerja di bawah perguruan tinggi yang memberikan status rumah sakit akademik,” ujar Paul Sirai yang pernah bekerja di beberapa rumah sakit di Eropa.

BACA JUGA:  Sihol Situngkir Koperatif Di Mabes Polri, Siap Kembalikan Honornya Bila Menyalahi

Dikatakannya, sejumlah rumah sakit di Jerman terintegrasi dengan perguruan tinggi setempat.

Kedatangan misi pendidikan dan kebudayaan Indonesia ke Jerman dalam acara Festival Nusantara Bremen 2023, menurut dia, bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi sistem manajemen dan struktur organisasi rumah sakit di negara itu.

Di bidang teknologi kesehatan dan farmasi, misalnya, ada beberapa aspek penting yang dapat diadopsi, antara lain penempatan sistim elektrik, bagaimana pengelolaan pembuangan limbah medis, dan pelayanan pasien-pasien darurat.

Karena itu, Paul Sirait memandang penting untuk melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di Jerman yang dapat memberikan dukungan kepada para alumni perguruan tinggi di bidang kedokteran/kesehatan di Indonesia untuk mengisi kesempatan kerja di luar negeri.

Namun, ia mengingatkan bahwa setiap calon pekerja migran asal Indonesia yang akan bekerja di bidang pelayanan kesehatan seperti perawat, harus memiliki keahlian yang memenuhi standar di negara-negara maju.

“Satu hal yang tidak kalah penting, yaitu penguatan bahasa di masing-masing negara yang akan dituju,” tambahnya. D|Red-04

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan
Tekan Inflasi, Gubernur Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya
Sosok Kajati Sumut Baru Muhibuddin
Pejabat Eselon Medan Dilantik, Wali Kota Beri Ultimatum Kinerja
Bobby Nasution: PORWASU 2026 Jadi Wadah Strategis Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pers
Sinergi Demokrat – Kejati: Harmoni Penegakan Hukum Sumut
Narasi LLDIKTI 1 Dinilai Menggiring Opini, Pengurus Lama Diduga Dijadikan Kambing Hitam Konflik Yayasan Darma Agung
SPI UIN SU: Pilihan Relevan Gen Z Era AI

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:53 WIB

Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan

Kamis, 23 April 2026 - 16:01 WIB

Tekan Inflasi, Gubernur Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya

Selasa, 21 April 2026 - 18:22 WIB

Sosok Kajati Sumut Baru Muhibuddin

Jumat, 17 April 2026 - 14:47 WIB

Pejabat Eselon Medan Dilantik, Wali Kota Beri Ultimatum Kinerja

Jumat, 10 April 2026 - 20:14 WIB

Bobby Nasution: PORWASU 2026 Jadi Wadah Strategis Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pers

Berita Terbaru