Jakarta-Mediadelegasi: Komjen Pol Suyudi Ario Seto resmi ditetapkan sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang baru menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah mendapat persetujuan bulat dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (1/10/2026). Namanya diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden, dan menjalani uji kelayakan di Komisi III DPR sebelum disahkan secara penuh.
Suyudi Ario Seto lahir dengan latar belakang pendidikan kepolisian yang kokoh. Ia lulus dari Akademi Kepolisian Angkatan 1994, menandai awal perjalanan panjangnya mengabdi di institusi Polri. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 2003 serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi pada tahun 2018, yang memperkuat wawasan strategis dan kepemimpinannya.
Sebagian besar jejak karier awal Suyudi ditempa di bidang reserse kriminal. Ia memulai tugas di tingkat kepolisian sektor, menjabat Kepala Polsek Pasar Minggu, Kepala Polsek Tanah Abang, hingga Kepala Polsek Penjaringan. Pengalaman langsung di lapangan ini membentuk pemahamannya tentang penanganan keamanan dan pelayanan masyarakat di tingkat paling dasar.
Kemampuannya menangani kasus kriminal semakin terasah saat menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal di Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Tangerang Kota, dan Polres Metro Jakarta Barat. Di tingkat pusat, ia dipercaya mengisi posisi Penyidik hingga Kepala Subdirektorat di Direktorat Reserse Kriminal Umum, menangani kasus-kasus dengan cakupan luas.
Suyudi kemudian dipercaya memimpin kepolisian tingkat kabupaten dan kota. Ia menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolres Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat pada periode 2014–2017. Memimpin wilayah dengan karakter sosial dan keamanan yang berbeda-beda mengasah kemampuannya beradaptasi dan mengambil keputusan strategis.
Setelah bertugas di Bareskrim Polri, karier Suyudi naik ke tingkat kepemimpinan daerah. Ia diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya pada tahun 2023, kemudian menjabat Kapolda Banten mulai Juni 2024. Di wilayah tersebut, ia dikenal gencar memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta menindak tegas gangguan keamanan dan peredaran narkoba.
Langkah besar berikutnya terjadi pada 25 Agustus 2025, ketika Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suyudi sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Di lembaga ini, ia memimpin upaya pemberantasan peredaran zat adiktif yang melibatkan jaringan domestik maupun lintas negara. Kinerjanya di BNN dinilai menunjukkan ketegasan dan komitmen tinggi.
Pada September 2025, Suyudi menerima kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi. Pangkat ini menjadi fondasi sebelum namanya diusulkan sebagai calon tunggal Kapolri. Rekam jejak yang rapi dan kemampuan memimpin di berbagai tingkatan menjadikannya sosok yang dipilih untuk memegang komando tertinggi Polri.
Saat menjalani uji kelayakan di Komisi III DPR RI, Suyudi tampil tenang dan terbuka menjawab pertanyaan para anggota. Usai sidang, ia menyempatkan diri bersalaman dengan para pimpinan komisi. Kepada mantan Wakapolri Adang Daradjatun, Suyudi melayangkan hormat penuh penghormatan sebelum bersalaman, menampilkan kerendahan hati sekaligus tata krama kepemimpinan.
Dengan persetujuan DPR yang telah diraih, langkah selanjutnya adalah pelantikan yang akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Suyudi diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan nasional, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, serta melanjutkan program pembenahan institusi yang telah berjalan.
Tantangan yang dihadapi Kapolri ke depan tidak ringan, mulai dari penanganan kejahatan siber, pengendalian konflik sosial, hingga pemberantasan narkoba dan korupsi. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai posisi strategis, publik menaruh harapan besar agar Suyudi mampu membawa Polri semakin profesional, transparan, dan dekat dengan masyarakat. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan







