Program 100 Hari Kerja, Wali Kota Medan: Tidak Ada Target Khusus, Tapi Bisa Dilihat dan Dirasakan

Rabu, 9 Juni 2021 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman dan Sekda Medan saat diwawancarai wartawan

Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman dan Sekda Medan saat diwawancarai wartawan

Medan-Mediadelegasi: Setelah 100 hari kepemimpinannya sebagai Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM mengakui, masih banyak yang perlu dilakukan.

Sebab, sejak awal sudah disampaikan, dirinya bersama Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman SE, tidak ada spesifik khusus untuk target 100 hari harus mencapai apa saja. Hal itu karena program yang dibuat untuk 1 periode, bukan pertiga bulan.

Meski demikian, lanjut Bobby Nasution, dari tiga bulan atau 100 hari kepemimpinannya, progress program dari satu periode ini dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya. Ditambah lagi, Bobby Nasution juga sudah meluncurkan lima program prioritas utama.

“Untuk mencapai kelima program prioritas ini, kita membuthkan dukungan pendapatan asli daerah (PAD). Oleh karenanya, kita harus melakukan perbaikan sekaligus menutup kebocoran PAD. Gambaran dan rangkaiannya sudah kita lihat. Mudah-mudahan dengan dukungan dan bantuan seluruh stakeholder dan forkopimda di Kota Medan, bisa tercapai,” kata Wali Kota Medan ketika door stop dengan wartawan di Balai Kota Medan usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Medan, Senin (7/6/2021).

BACA JUGA:  Target Prevalensi Stunting 24 Persen Tahun Depan

Selanjutnya, menyikapi banyaknya keluhan terkait Perwal No.17/2021 tentang Pemberian Dana Jasa Pelayanan Kepada Warga Pelayan Masyarakat yang ditafsirkan bahwa Pemko Medan tidak akan memberikan bantuan kepada pelayan masyarakat yang berusia di atas 60 tahun, Bobby Nasution pun langsung meluruskannya.

“Itu tidak benar, maksudnya tidak seperti itu. Sebagai contoh penggali kubur, masa penggali kubur usianya di atas 60 tahun. Ini bagaimana efektifitas dari beberapa program yang ada di Pemko Medan bisa berjalan. Kemudian, maghrib mengaji, usianya tidak dari 60 tahun lagi, itu sebenarnya perpanjangan dari Perwal yang sudah ada,” jelasnya.

Selanjutnya, mengenai e-parking, Bobby Nasution mengungkapkan, selain kawasan Kesawan, mudah-mudah Pemko Medan akan menambah ruas jalan lainnya untuk diterapkan e-parking. Dalam penerapan e-parking tersebut, jelasnya, Pemko Medan tidak hanya melibatkan satu perbankan saja, melainkan banyak perbankan, sehingga memudahkan masyarakat untuk menggunakannya.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Sebut Positif Covid-19 di Kota Medan Menurun, Warga Harus Terapkan Prokes

“ Masyarakat bisa menggunakan banyak perbankan, sebab kita tidak mengarahkan kepada satu pengguna jasa saja. Kalau hari ini kan masih ada keterbatasan, sistemnya yang akan kita perbaharui. Mudah-mudah nanti semua bisa menggunakan barcode dan e-money,” paparnya.

Dalam door stop tersebut, Bobby Nasution juga menerangkan, Pemko Medan saat ini terus menerus melakukan berbagai upaya agar penyebaran Covid-19 dapat menurun. Dikatakannya, rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan bukan sekedar coba-coba.

“Kita akan melihat apa yang sudah dilakukan dan efeknya seperti apa. Penerapan pembelajaran tatap muka seperti yang dahulu, mungkin tidak 100 persen langsung hadir. Mungkin beberapa persen dulu yang hadir, sistemnya seperti apa dan akan terus kita lihat penerapannya seperti apa yang lebih baik,” terangnya.
D|Med-Gur|ril.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru