Rektor UINSU Berikan Apresiasi dan Luruskan Isu Plagiasi

Sabtu, 3 April 2021 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN Sumut tengah mengenakan kemeja batik

Rektor UIN Sumut tengah mengenakan kemeja batik

Medan – Mediadelegasi: Dugaan plagiasi rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang berkembang di lingkungan kampus, yang belakangan memunculkan idealisme sejumlah mahasiswa dengan melakukan aksi mogok makan. Akhirnya mengundang kepedulian Rektor UINSU Prof Syahrin Harahap.

Hingga akhirnya, para mahasiswa diterima dan rektor UINSU turun langsung untuk memberikan kejelasan terhadap isu plagiasi yang dituntut para mahasiswa. Bahkan selain itu, orang nomor satu di kampus jajaran Kemenag di Sumut itu memberikan apresiasi atas aksi idealisme mahasiswa tersebut.  

“Saya menghargai aspirasi yang disampaikan mahasiswa saya, aksi ini adalah wujud idealisme yang tinggi, khususnya terhadap dunia akademik,” kata Prof Syahrin Harahap usai pertemuan dengan sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi mogok makan, kemarin.  

Dia menjelaskan, dengan idealisme mahasiswa ini, maka dirinya semakin yakin bahwa UINSU yang motonya adalah ‘UIN Kita” ke depan akan lebih maju.  “Mereka mahasiswa cerdas, sangat dibutuhkan UIN untuk kemajuan Islam, dan saya berharap mereka bisa menjadi calon-calon pemimpin hebat di masa depan,”ungkapnya.  

Apalagi, terang Syahrin, tuntutan yang mereka sampaikan adalah bentuk idealisme yang tinggi, tanpa ditunggangi siapapun, itu mesti dihargai. “Dan saya perlu turun menemui mereka, agar idealisme mahasiswa ini tetap murni dan tak ditunggangi,” urainya.  

Oleh karena itulah, jelas Syahrin, kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi lewat aksi luar biasa tersebut telah dijelaskan duduk persoalan isu dugaan plagiasi yang ditudukan ke dirinya, “Saya jelaskan dengan terang dan gambalnag bahwa plagiasi itu tidak perna ada,” ungkapnya.

Plagiasi tidak pernah terjadi, lanjut Syahrin, terhadap makalah berjudul ‘The Image of Indonesia in the world: An Interreligious Perspective’. “Itu  saya yang menulis, diterjemahkan oleh teman saya, dan saya sampaikan di UTE University serta diterbitkan oleh majalah Hubungan Internasional Jerman,” rincinya.

BACA JUGA:  UMKM Sumut Butuh Kerja Keras untuk Naik Level

Dugaan plagiasi itu mengemuka, jelasnya, setelah ada orang lain yang menyebut makalah itu sebagai milik dua penulis, dan orang yang mengklaim sebagai penulis lainnya telah menyampaikan makalah itu di dalam negeri, tanpa sepengetahuannya. “Padahal sebenarnya makalah itu adalah milik saya,” ulas Syahrin.

Tapi itu pun bukanlah masalah prinsipil, lanjut Syarhin, terlebih lagi di dua makalah itu tercanntum nama dirinya. “Dalam makalah yang terbit di dalam negeri maupun di luar negeri itu, tetap nama saya tercantum sebagai penulis.

“Terlalu mahal martabat UIN Sumut dan aksi mogok makan mahasiswa, hanya karena masalah ini,” tegas Syahrin, sembari mengatatakan, itulah sebabnya dirinya harus turun untuk meluruskan idealisme mahasiswa.

Karenanya, ia meminta semua pihak untuk menghentikan memainkan isu ini sebagai isu plagiasi, karena hanya akan merusak citra UIN Sumut di mata masyarakat. Menurutnya, tidak ada yang perlu dipersoalkan dalam hal ini, karena ini adalah urusan antara dirinya dengan temannya.

“Masih banyak persoalan lain yang perlu kita benahi untuk memajukan UIN Sumut sebagai ‘UIN Kita’. Dan saya mengajak semua yang terlibat di UIN Sumut untuk bersama-sama mewujudkannya,” imbuhnya.

Sementara, Koordinator aksi Irham Sadani kepada wartawan usai pertemuan menyatakan bahwa pertemuan tersebut, terkait tuntutan aksi mogok makan mereka tentang dugaan plagiasi.

“Kami meminta agar dibentuk tim independen untuk memeriksanya. Jika dugaan itu benar tentu harus ada sanksinya. Tapi jika ternyata dugaan itu tidak benar, maka nama baik rektor harus dipulihkan dari segala tuduhan plagiasi. Kami siap melawan serta pasang badan untuk membela rektor dari pihak-pihak yang ingin menjelekkan rektor dan UIN Sumut, jika dugaan itu ternyata tidak benar. Kami tidak ingin UIN Sumut jelek di luar,” ujar Irham.

BACA JUGA:  UIN Sumut Ajak Pemkab Asahan Sisihkan APBD Buat Beasiswa Kuliah

Selain itu, Irham juga mengatakan,  pertemuan dengan rektor juga meminta klarifikasi atas adanya tekanan dan ancaman dari unsur pimpinan di UIN Sumut bahwa mahasiswa yang melakukan aksi demo bisa terancam di Drop Out (DO).

Disebutkannya, rektor sangat respon atas apa yang mereka sampaikan. Bahkan, atas nama pimpinan tertinggi UIN Sumut, rektor  menyampaikan permohonan maaf jika ada tindakan dari bawahannya baik Wakil Rektor (WR) maupun Wakil Dekan (WS), yang terkesan menekan mahasiswa yang berunjuk rasa.

Hadir dalam pertemuan itu, WD III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumut Yose Rizal Saragih, lima orang mahasiswa peserta demo mogok makan.  Wakil Rektor III Nispul Khair, WD III, WD III Fak. Syariah dan Hukum Arifuddin.

Untuk diketahui, sebelumnya para mahasiswa telah menggelar aksi mogok makan sejak Senin (29/3) di depan Hotel JW Marriot saat berlangsungnya pertemuan Rakor PTKN BLU se Indonesia selama 2 hari, dan pada Rabu (31/3), mereka kembali melanjutkan aksinya di depan gedung rektorat UIN Sumut, dengan tuntutan agar Menteri Agama RI membentuk tim independen mengusut adanya dugaan plagiasi. D|Med-Dra

Satu tanggapan untuk “Rektor UINSU Berikan Apresiasi dan Luruskan Isu Plagiasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan
Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim
JPU Kejari Belawan Ajukan Banding, Pasal Putusan Korupsi Pengadaan Kapal Tak Sesuai Tuntutan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB