UMKM Sumut Butuh Kerja Keras untuk Naik Level

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bobby Nasution Saat Pembukaan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2025 di Tiara Convention Centre, Jalan Cut Mutia Nomor 1, Medan, Jumat, 18 Juli 2025. Foto : Ist.

Bobby Nasution Saat Pembukaan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2025 di Tiara Convention Centre, Jalan Cut Mutia Nomor 1, Medan, Jumat, 18 Juli 2025. Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menekankan perlunya kerja keras untuk meningkatkan level Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di provinsi tersebut. Data yang dipaparkan menunjukkan masih rendahnya angka UMKM Sumut yang memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang tersedia.

 

Hanya 7,7% UMKM Sumut yang mengakses pembiayaan, sementara 19% memanfaatkan teknologi, dan hanya 3% yang masuk ke ekosistem digital. Lebih memprihatinkan lagi, hanya 0,08% anak muda Sumut yang berwirausaha. Angka-angka ini, menurut Bobby, sangat kecil dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

 

“Ini masalah di beberapa daerah Indonesia,” ujar Bobby Nasution saat membuka Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2025 di Medan, Jumat (18/7). “Perlu kolaborasi kita bersama untuk mengangkat level UMKM kita, karena kita semua sepakat UMKM merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia.”

 

Bobby Nasution juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap UMKM sebagai instrumen penting perekonomian nasional. Namun, yang lebih krusial sekarang adalah implementasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan UMKM.

 

“Kita di sini sama-sama sepakat UMKM penting untuk ekonomi, sebagai motor penggerak ekonomi,” tambahnya. “Ada negara yang tidak terlalu mengurusi UMKM-nya, dibiarkan berjalan otomatis, hanya saja yang kita perlu tinggal implementasinya.”

 

Senada dengan Gubernur Sumut, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyatakan bahwa peningkatan level UMKM bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau BI, tetapi membutuhkan kolaborasi menyeluruh. Ia mengakui ini bukan pekerjaan mudah dan cepat.

 

“Naik level itu tidak mudah,” jelas Destry. “Misalnya untuk mengakses keuangan, UMKM harus mempelajari pembukuan, membuat neraca perdagangan, itu yang perlu kita bina dan itu bukan hanya tugas pemerintah, tetapi seluruh pihak yang terlibat, kita perlu kroyokan mengerjakan ini.”

 

Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudi B Hutabarat, melihat perkembangan positif UMKM Sumut. Hingga Juni 2025, nilai ekspor UMKM Sumut mencapai Rp49,6 miliar. Keterlibatan pihak lain dalam pembinaan juga meningkat, dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semakin tumbuh.

 

“Ini yang mendorong UMKM kita berdaya saing tinggi dan perlu terus kita tingkatkan,” kata Rudi Hutabarat. “Potensinya luar biasa, bahkan dalam waktu dekat kita akan mengekspor produk UMKM sekitar Rp10 miliar.”

 

Pembukaan KKSU 2025 sendiri berlangsung unik. Gubernur Sumut, Deputi Gubernur BI, Kepala Perwakilan BI Sumut, dan Ketua DPRD Sumut secara bersama-sama menyeduh kopi V60. Mereka juga menyerahkan pembiayaan kepada UMKM binaan BI.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, unsur Forkopimda, Konsulat Negara Sahabat, beberapa bupati/walikota se-Sumut, jajaran BI Indonesia, dan OPD terkait Pemprov Sumut. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan UMKM Sumut.

 

KKSU 2025 diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing UMKM Sumut. Kolaborasi dan kerja keras dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam upaya meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian Sumut.

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan fasilitasi kepada UMKM, termasuk dalam hal akses pembiayaan, pelatihan, dan pemasaran. Harapannya, UMKM Sumut dapat semakin berkembang dan berkontribusi besar bagi perekonomian daerah dan nasional.

 

Tantangan ke depan bagi UMKM Sumut adalah bagaimana meningkatkan adopsi teknologi dan digitalisasi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Dengan demikian, UMKM Sumut dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Diskopindag Malang Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB