Ribuan Warga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, BGN Minta Maaf Sambil Menangis

- Penulis

Sabtu, 27 September 2025 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa Sekolah yang dirawat di rumah sakit akibat keracunan Makan Bergizi Gratis. Foto : Ist.

Siswa Sekolah yang dirawat di rumah sakit akibat keracunan Makan Bergizi Gratis. Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi untuk meningkatkan gizi anak-anak di seluruh Indonesia, justru berujung petaka. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan, sebanyak 5.914 orang menjadi korban keracunan akibat program ini, terhitung sejak Januari hingga September 2025.

Data BGN menunjukkan fluktuasi kasus keracunan dari bulan ke bulan. Pada Januari, tercatat 94 orang mengalami keracunan, kemudian meningkat menjadi 496 orang pada Februari. Setelah sempat menurun di bulan April dengan 313 kasus, dan Mei sebanyak 433 kasus, angka keracunan kembali melonjak di bulan-bulan berikutnya.

Juli mencatat 380 kasus keracunan, namun puncaknya terjadi pada Agustus dengan 1.988 kasus dan September dengan 2.210 kasus. Ironisnya, pada bulan Maret dan Juni, BGN mencatat nihil kasus keracunan MBG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab utama keracunan ini diidentifikasi berasal dari berbagai bakteri berbahaya yang mengkontaminasi makanan dan minuman yang disajikan dalam program MBG. Bakteri E. coli ditemukan dalam air, nasi, tahu, dan ayam. Staphylococcus aureus mencemari tempe dan bakso. Salmonella ditemukan dalam ayam, telur, dan sayur. Bacillus cereus mencemari mie, sementara Coliform, PB, Klebsiella, dan Proteus mencemari air.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang menimpa ribuan warga. Dengan suara bergetar dan air mata berlinang, ia mengakui kesalahan BGN dalam menjalankan program MBG.

“Kami mengaku salah, kami mengaku salah atas apa yang terjadi, insiden pangan ya, insiden pengamanan pangan,” ucap Nanik di Kantor BGN, Jumat (26/9/2025).

Nanik menekankan bahwa program MBG memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun, ia menyadari bahwa implementasinya jauh dari sempurna dan menimbulkan dampak yang merugikan.

BACA JUGA:  Keracunan Massal Makan Bergizi Gratis Kembali Terjadi di Bandung Barat, Status KLB Ditetapkan

“Ini bukan masalah angka, sewaktu anak sakit itu adalah tanggung jawab kami, kesalahan kami sebagai pelaksana yang harus memperbaiki secara total,” ungkap Nanik dengan nada penuh penyesalan.

BGN berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG dan memperbaiki sistem pengawasan serta keamanan pangan. Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Insiden keracunan program MBG ini menjadi pukulan telak bagi pemerintah dan BGN. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban dan perbaikan segera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru