Sekjend Kemenag Minta Pemberitaan Menggembirakan Haji

- Penulis

Jumat, 26 April 2024 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjend Kemenag) RI, Prof M Ali Ramdhani (tengah) pada pembukaan Bimtek edukasi MCH di Mercure Jakarta Cikini, Kamis (25/4/2024) malam. Foto: ist

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjend Kemenag) RI, Prof M Ali Ramdhani (tengah) pada pembukaan Bimtek edukasi MCH di Mercure Jakarta Cikini, Kamis (25/4/2024) malam. Foto: ist

Jakarta-Mediadelegasi: Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjend Kemenag) RI, Prof M Ali Ramdhani, mengatakan petugas Media Center Haji (MCH) memiliki tanggung jawab terhadap informasi yang ditulis dan disiarkan. Media tidak dilarang untuk mengkritik, tapi disampaikan dengan bahasa yang baik.

“Peran media dalam penyelenggaraan haji harus bisa meningkatkan kualitas dan efisiensi. Kritik boleh, tapi bangun dengan bahasa yang baik. Gambarkan jurnalis yang bisa bangun solusi,” ujar Ali pada pembukaan Bimtek edukasi MCH di Mercure Jakarta Cikini, Kamis (25/4/2024) malam.

Ali Ramdhani menyebut setidaknya ada 6 peran media dalam penyelenggaraan haji. Selain menyampaikan kritik dan saran, media sebagai wujud penguat komitmen Kemenag menjadi panitia penyelenggara yang sukses. Kemudian sebagai alat untuk meningkatkan kualitas ibadah haji jemaah.

BACA JUGA:  Perkuat Jaringan 5G, Komdigi Buka Lelang Frekuensi 2,6 GHz Tahun Depan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ciptakan sebuah konten biasa menjadi luar biasa. Kemudian ciptakan kabar yang menjadi fokus perhatian masyarakat. Kemudian ciptakan coverage, artinya MCH melihat ketika ada kebaikan kabarkan kepada dunia. Kemudian paling penting juga berita jangan sampai buat resah keluarga jemaah di Republik ini,” ucapnya.

Sementara staf khusus Menag RI Bidang media dan komunikasi publik Wibowo Prasetyo mengajak petugas MCH menyampaikan informasi yang benar kepada keluarga jemaah di Indonesia. Hal ini untuk menghindarkan kekhawatiran tentang berita yang butuh konfirmasi ke pihak berwenang.

“Bedakan pelayanan yang menjadi wilayah kemenag dan vendor atau Masyair. Terutama pelayanan saat Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang sepenuhnya menjadi wewenang Masyair,” kata Wibowo.

BACA JUGA:  Bupati Samosir Kunjungi Kementerian Perumahan Dan Permukiman

Selain itu, Wibowo juga mengajak MCH tidak hanya bertugas menyampaikan berita di media masing – masing. Justru tugas utamanya adalah melayani tamu Allah (jemaah) terutama jemaah lansia yang butuh pendampingan. Apalagi pada ibadah haji 2024, menjadi yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan haji di Indonesia dengan jumlah 241.000 jemaah.

Bimtek edukasi MCH 2024 diikuti 69 petugas yang berlangsung 25 – 27 April. Peserta mendapat berbagai materi seperti pembahasan Rencana Kerja Operasional, manasik haji, serta target kerja dan KPI MCH. D|red-06|mch

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru