Seleksi Guru dan Murid Sekolah Rakyat Mulai April 2025

Jumat, 21 Maret 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto; ist

Foto; ist

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, memimpin rapat pleno membahas persiapan Sekolah Rakyat bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Sekolah Rakyat ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026, tepatnya pada Juli 2025, sementara proses penerimaan peserta didik dan rekrutmen tenaga pendidik akan dimulai pada April 2025 mendatang.

Nantinya sebanyak 198 lokasi telah diusulkan menjadi tempat pendirian Sekolah Rakyat dan dari jumlah tersebut, 45 lokasi telah siap beroperasi tahun ini. Usulan ini berasal dari pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pihak swasta yang bersedia menyediakan lahan serta bangunan.

“Daerah mengusulkan, baik berupa gedung yang perlu direvitalisasi atau disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Atau yang kedua berupa tanah kosong, minimal 5 – 10 hektare,” ungkap Menteri Sosial Saifullah Yusuf, usai memimpin rapat pleno.

BACA JUGA:  Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Bahas Kesiapan Ekonomi dan Pangan Nasional

Proses seleksi calon siswa peserta didik melibatkan serangkaian tahapan, diawali dengan penilaian administrasi. Hanya calon siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi terendah (Desil 1 dan 2 DTSEN) yang memenuhi syarat. Selanjutnya, mereka akan mengikuti ujian kemampuan akademik, tes psikologi, kunjungan ke rumah, wawancara dengan orang tua, dan pemeriksaan kesehatan.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, M. Nuh, menyatakan bahwa para pengajar akan dipilih dari 60.000 guru bersertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengatur penempatan guru-guru tersebut agar sesuai dengan lokasi Sekolah Rakyat di daerah asal mereka.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kesempatan kepada guru Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengajar di Sekolah Rakyat. Para calon guru juga akan mengikuti seleksi untuk mengukur kompetensi dan kesiapan mereka.

BACA JUGA:  Polri Tetapkan 23 Anggota Khilafatul Muslimin sebagai Tersangka

“Kita ingin tahu para guru itu punya empati sosial. Tidak hanya dia punya kompetensi akademik yang bagus. Tapi paling tidak karena ini berangkatnya adalah dari anak-anak yang punya kelas khusus,” ujar Menteri Pendidikan Nasional 2009-2014 ini.

M. Nuh menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan, tetapi juga menyiapkan para siswa sebagai agen perubahan untuk memutus rantai kemiskinan. Lulusan Sekolah Rakyat diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan dukungan beasiswa Bidik Misi.

Meskipun didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, siswa Sekolah Rakyat juga akan dibekali keterampilan digital masa kini. Anak-anak SMA atau SMP nantinya dikenalkan dengan coding, cybersecurity, data sains dan pelajaran lainnya.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru