Suami Mutilasi Istri di Ciamis: Bawa jasad korban di baskom, ditawarkan ke warga

Minggu, 5 Mei 2024 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suami Mutilasi Istri di Ciamis: Bawa jasad korban di baskom, ditawarkan ke warga

Suami Mutilasi Istri di Ciamis: Bawa jasad korban di baskom, ditawarkan ke warga

Jakarta-Mediadelegasi: Seorang perempuan bernama Yanti (44), menjadi korban pembunuhan dan dimutilasi oleh suaminya sendiri yang berinisial TBD (50), di wilayah Rancah, Ciamis, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Jules Abraham Abast mengatakan aksi pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat (3/5) pagi sekira pukul 07.30 WIB.

Jules mengatakan pelaku juga langsung berhasil ditangkap oleh polisi dan warga setempat tidak lama pasca kejadian pembunuhan dan mutilasi tersebut.

“Kejadian pukul 07.30 WIB, pagi tadi. Korban dimutilasi. Pelaku berinisial TBD (50),” ujarnya kepada wartawan.Dimutilasi beberapa bagian tubuh
Jules mengatakan dari hasil pemeriksaan awal korban diduga dibunuh dan dimutilasi pelaku dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Kendati demikian, ia mengaku belum dapat memastikan jumlah potongan yang dilakukan pelaku terhadap jasad istrinya tersebut.

“Pelaku menggunakan senjata tajam, pisau dan memutilasi bagian tubuh korban. Kita masih dalami kejadian ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP Akmal mengatakan saat ini jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna menentukan penyebab pasti kematian.

BACA JUGA:  Penanganan Bencana Sumatra Dikritik, Menko PMK Sampaikan Permohonan Maaf

“Secara teknis belum bisa dijelaskan bagian mana yang termutilasi. Jasad kita evakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Pelaku diduga suami korban,” jelasnya.Bawa jasad korban di baskom, ditawarkan ke warga
Ketua RT setempat di Dusun Sindangjaya, Desa Cisontrol, Rancah, Yoyo Tarya mengatakan aksi pembunuhan itu diketahui oleh warga ketika pelaku membawa baskom yang diduga berisi potongan jasad korban.

Ketika itu, ia mengatakan, pelaku juga sempat menjajakan daging korban kepada warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Awalnya saya tidak tahu ada pembunuhan. Pelaku itu bawa baskom isi daging sambil berkata peser [beli] daging si Yanti, peser daging si Yanti [Beli daging Yanti]. Jadi dagingnya dibawa keliling,” jelasnya.

Setelah mengetahui aksi pembunuhan itu, barulah Yoyo melaporkannya kepada Polsek Rancah. Pelaku juga langsung ditangkap ketika petugas kepolisian tiba di lokasi.Pelaku dan korban sempat cekcok
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Joko Prihatin menyebut pihaknya masih mendalami motif pembunuhan dan mutilasi tersebut.

BACA JUGA:  Indonesia-Singapura Pacu Transisi Energi Berkelanjutan, Bangun Kawasan Industri Hijau

Kendati demikian, Joko menyebut dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, pasangan suami istri tersebut dikabarkan sempat terlibat cekcok dalam beberapa hari terakhir.

“Yang jelas cekcok berapa hari ini,” jelasnya.Sempat diberi obat penenang
Akmal mengatakan dari keterangan keluarga korban, masyarakat hingga Puskesmas, pelaku disebut mengalami perubahan perilaku dalam beberapa waktu terakhir.

“Pelaku diduga depresi. Ada dugaan seperti itu, tapi masih perlu dikonfirmasi oleh dokter jiwa,” jelasnya.

Akmal menuturkan pihak keluarga juga sempat meminta bantuan dari Puskesmas Rancah untuk mengecek kondisi pelaku beberapa hari yang lalu.

“Di sana sempat dilakukan wawancara, pelaku menyampaikan baik-baik saja,” jelasnya.

Ketika diperiksa Puskesmas, pelaku TBD lantas turut diberikan obat penenang. Pihak Puskesmas juga meminta keluarga untuk terus menyampaikan perkembangan pelaku.

“Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas, setelah diberikan obat itu ternyata keluarga korban tidak update lagi hingga pada kejadian pada pagi ini,” pungkasnya.D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru